Rabu, 25 Agustus 2021

Math 8

 Matematika


Kelas VIII

Pola Bilangan


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi sholeh sholehah! Bagaimana kabarnya hari ini?
Semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat. Aamiin.
Alhamdulillah hari ini kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran Matematika. 

Walaupun dirumah saja selalu jaga kesehatan, cuci tangan dengan sabun dan jangan lupa beribadah kepada Alloh SWT.
Sudah melaksanakan shalat dhuha kah? semoga kita selalu istiqomah dalam menjalankan sholat dhuha dan sholat lima waktunya ya.

Sebelum memulai pembelajaran mari bersama-sama kita berdoa terlebih dahulu.
Tujuan pembelajaran pada pertemuan hari ini adalah dapat memahami barisan aritmetika dan geometri

Silahkan kalian pelajari materi berikut ya:

Barisan Aritmetika
Perhatikan bentuk umum barisan aritmetika pada gambar di bawah.
 




 
Barisan aritmetika adalah barisan bilangan dengan selisih antara dua suku yang berurutan selalu tetap. Selisih antara dua suku yang berurutan pada barisan aritmetika disebut beda 
. Rumus untuk menenRumus untuk menentukan beda pada suatu barisan aritmetika dinyatakan dalam persamaan di bawah.

 

Suku ke – n suatu barisan aritmetika dapat ditentukan melalui sebuah rumus. Rumus suku ke-n suatu barisan aritmetika dinyatakan dalam rumus berikut.


 Keterangan:
   a : suku pertama
   b 
: beda
   Un 
: suku ke-n
   

Selain itu, terdapat rumus yang dapat digunakan untuk menentukan suku tengah dari suatu barisan aritmetika. Rumus suku tengah dari suatu barisan aritmetika dengan  suku adalah sebagai berikut.



Barisan Geometri

Materi terkait rumus barisan aritmetika dan geometri selanjutnya yang akan dibahas adalah rumus pada barisan dan deret geometri. Seperti penjelasan singkat sebelumnya, barisan geometri merupakan susunan bilangan yang memiliki nilai rasio sama antara satu bilangan dengan bilangan berikutnya. Barisan geometri terbagi menjadi dua yaitu barisan geometri turun dan barisan geometri naik. Sebuah barisan geometri dikatakan sebagai barisan geometri naik jika memiliki nilai rasio lebih dari satu (r > 1). Sedangkan barisan geometri turun dibentuk oleh nilai rasio antara nol dan satu (0 < r < 1). Bentuk umum barisan geometri dapat dilihat pada gambar di bawah.


Rumus Barisan Geometri

Suatu barisan disebut barisan geometri jika memiliki nilai rasio yang sama antar dua suku yang berurutan. Nilai rasio dapat diperoleh dari perbandingan dua suku yang berurutan. Cara menentukan rasio dari suatu barisan geometri dapat dilihat dari persamaan di bawah.

Dalam barisan geometri terdapat rumus yang digunakan untuk menentukan nilai dari suatu suku ke – n. Rumus tersebut dinyatakan dalam persamaan di bawah.


Keterangan:
Un = suku ke – n
a = suku pertama 
r = rasio



Deret Aritmetika
Barisan aritmetika menyatakan susunan bilangan berurutan 
 dengan urutan tertentu. Sedangkan pada deret aritmetika, topik pembahasannya adalah mengenai jumlah suku-suku berurutan tersebut. 

Kumpulan rumus deret aritmatika dapat dilihat pada persamaan di bawah.
  


Deret Geometri

Selanjutnya adalah pembahasan mengenai rumus deret geometri. Deret geometri menyatakan penjumlahan dari suku-suku yang menyusun suatu barisan geometri. 

Untuk menyatakan jumlah n suku dari suatu barisan geometri dapat menggunakan rumus berikut.


Keterangan:
Sn = jumlah n suku pertama dari barisan geometri
a   = suku pertama 
r  = rasio


Aritmetika

Contoh Soal :

1. Hitunglah besarnya U32 dari barisan 7, 9, 11, 13, 15, 17, 19, 21, 23, 25, 27, …

Jawaban :

Jawaban Contoh Soal Barisan dan Deret 1
2. Berdasarkan barisan contoh soal nomor 1, hitunglah deret untuk 25 angka pertama.

Jawaban :

Jawaban Contoh Soal Barisan dan Deret 2

3. Tentukanlah suku tengah dari barisan 9, 11, 13, 15, 17, … 69.

Jawaban :

Jawaban Contoh Soal Barisan dan Deret 3

4. Berdasarkan barisan pada contoh soal (3), carilah besar n.

Jawaban :

Jawaban Contoh Soal Barisan dan Deret 4

Geometri

Contoh Soal :

1. Tentukanlah suku ke 11 dari barisan bilangan 1, 2, 4, 8, 16 ….

Jawaban :

Jawaban Contoh Soal Barisan dan Deret 5

2. Hitunglah deret hingga suku ke 8 dari barisan 1, 2, 4, 8, 16 ….

Jawaban :

Jawaban Contoh Soal Barisan dan Deret 6

3. Apabila suatu deret memiliki nilai a=3, sedangkan U9=768, hitunglah U7 nya.

Jawaban :

Jawaban Contoh Soal Barisan dan Deret 8


Setelah mempelajari materi diatas, silahkan mencatat boleh tuliskan di buku tulis matematika kalian. Silahkan bertanya jika ada yang belum paham.

Sekian pembelajaran kita hari ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua.
Tetap melaksanakan 3M semoga pandemi ini segera berakhir. Aamiin.
Terimakasih.

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Selasa, 24 Agustus 2021

Math 7

 Matematika


Kelas VII

Bilangan


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi sholeh sholehah! Bagaimana kabarnya hari ini?
Semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat. Aamiin.
Alhamdulillah hari ini kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran Matematika. 

Walaupun dirumah saja selalu jaga kesehatan, cuci tangan dengan sabun dan jangan lupa beribadah kepada Alloh SWT.
Sudah melaksanakan shalat dhuha kah? semoga kita selalu istiqomah dalam menjalankan sholat dhuha dan sholat lima waktunya ya.

Sebelum memulai pembelajaran mari bersama-sama kita berdoa terlebih dahulu.
Tujuan pembelajaran pada pertemuan hari ini adalah dapat memahami operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat.

Silahkan kalian pelajari materi berikut ya:

Operasi hitung bilangan bulat

Operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat

Perkalian Bilangan Bulat

Arti perkalian dapat ditulis sebagai berikut.
n x a = a + a + a + a + ..... + a
                     n suku a
Jadi, arti perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan.

Dapat disimpulkan sebagai berikut.
 - Hasil kali bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif
    [a x (-b) = -ab]
 - Hasil kali bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif adalah bilangan bulat negatif.
    [(-a) x b = -ab]
 - Hasil kali bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif.
   [(-a) x (-b) = ab]

Sifat-Sifat Perkalian Bilangan Bulat
a. Sifat Komutatif (Pertukaran)
Untuk setiap a dan b bilangan bulat, berlaku sifat komutatif, yaitu a x b = b x a.

b. Sifat Asosiatif (Pengelompokan)
Untuk setiap a, b, dan c bilangan bulat, berlaku sifat asosiatif, yaitu (a x b) x c = a x (b x c).

c. Sifat Distributif (Penyebaran)
Untuk setiap a, b, dan c bilangan bulat, berlaku sifat distributif a x (b + c) = (a x b) + (a x c).
 a x (b - c) = (a x b) - (a x c)

Contoh Soal:
Selesaikan dengan menggunakan sifat asosiatif dan distributif!
a. 4 x (-3) x 5
b. 4 x (6 + 7)

Penyelesaian:
a. 4 x (-3) x 5 = (4 x (-3)) x 5 atau 4 x (-3) x 5 = 4 x ((-3) x 5)
                     = - 12 x 5                                 = 4 x (-15)
                     = -60                                       = -60

b. 4 x (6 +7) = (4 x 6) + (4 x 7)
                   = 24 + 28
                   = 42


Pembagian Bilangan Bulat

Pembagian sebagai Operasi Kebalikan dari Perkalian 
Jika a, b, c bilangan bulat; b bukan 0 dan b adalah pembagian dari a maka a : b = c sama artinya dengan b x c = a.
Misalnya :
45 : 9 = 5
maka, sama artinya dengan 9 x 5 = 45.

Sifat Pembagian pada Bilangan Bulat
Jika bilangan bulat negatif dibagi dengan bilangan bulat positif maka menghasilkan bilangan negatif.
Contoh :
-45 : 5 = -9.

Jika bilangan bulat positif dibagi dengan bilangan bulat negatif maka menghasilkan bilangan negatif.
Contoh :
36 : (-6) = -6

Jika bilangan bulat negatif dibagi bilangan bulat negatif maka menghasilkan bilangan positif.
-42 : (-7) = 6


Operasi Hitung Campuran

Cara mengerjakan operasi hitung campuran
1. Perhitungan di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu.
2. Perkalian dan pembagian setingkat, penjumlahan dan pengurangan setingkat. Operasi hitung yang setingkat, dikerjakan secara berurutan dari kiri.
3. Perkalian dan pembagian lebih tinggi tingkatannya daripada penjumlahan dan pengurangan. Jadi, perkalian dan pembagian dikerjakan terlebih dahulu.

Contoh Soal:
Hitunglah hasil operasi hitung berikut.
a. 13 + 30 : 6                                 c. [-27 : (-3)] - 3
b. (49 : 7) x  8                                d. 6 x [18 + (-14)]

Penyelesaian:
a. 13 + 30 : 6 = 13 + 5 = 18           c. [-27 : (-3)] - 3 = 9 - 3 = 6
b. (49 : 7) x 8 = 7 x 8 = 56             d. 6 x [18 + (-14)] = 6 x 4 = 24

Setelah mempelajari materi diatas, jika ingin mencatat boleh tuliskan di buku tulis matematika kalian. Silahkan bertanya jika ada yang belum paham.
Jika tidak ada yang ditanyakan silahkan kalian kerjakan soal-soal pada link berikut:

Sekian pembelajaran kita hari ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua.
Tetap melaksanakan 3M semoga pandemi ini segera berakhir. Aamiin.
Terimakasih.

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Kamis, 19 Agustus 2021

Math 9

 Matematika


Kelas IX

Bentuk akar


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi sholeh sholehah! Bagaimana kabarnya hari ini?
Semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat. Aamiin.
Alhamdulillah hari ini kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran Matematika. 

Walaupun dirumah saja selalu jaga kesehatan, cuci tangan dengan sabun dan jangan lupa beribadah kepada Alloh SWT.
Sudah melaksanakan shalat dhuha kah? semoga kita selalu istiqomah dalam menjalankan sholat dhuha dan sholat lima waktunya ya.

Sebelum memulai pembelajaran mari bersama-sama kita berdoa terlebih dahulu.
Tujuan pembelajaran pada pertemuan hari ini adalah dapat menyajikan hasil pembelajaran bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar, serta sifat-sifatnya serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar, serta sifat-sifatnya

Untuk hari ini silahkan pahami dan mengingat materi berikut ya

Bentuk akar

1. Bentuk  jika diubah menjadi bentuk bilangan berpangkat adalah...

Pembahasan:
Sifat yang digunakan: 
Maka:


2. Hasil dari 3√6+√24 = ...
a.    4√6
b.    5√6
c.    6√6
d.    7√6
Pembahasan:

3. Hasil dari √8 x √18 adalah...
a.    6
b.    6√2
c.    12
d.    12√2
Pembahasan:

4. Bilangan  dirasionalkan penyebutnya menjadi...

Pembahasan:

5. Bentuk rasional dari adalah...
a.    5(√8-√3)
b.    5(√8+√3)
c.    4(√8-√3)
d.    4(√8+√3)
Pembahasan:

6. Bentuk sederhana dari  adalah...
a.    -3 - √5
b.    3 - √5
c.    3 + √5
d.    -3 + √5
Pembahasan:
Untuk mencari bentuk yang ekuivalen, kita rasionalkan penyebutnya dengan sekawannya:

7. Hasil dari  = ...
a.    53
b.    57
c.    63
d.    67
Pembahasan:

8. Hasil dari  adalah...
a.    4√2
b.    4
c.    2√2
d.    2
Pembahasan:
9. Diketahui a =√2 dan b = √3 . Nilai dari 5ab + 2√24 adalah...
a.    7√6
b.    4√24
c.    9√6
d.    7√24
Pembahasan:
a =√2
b = √3
maka:

10. Nilai dari  adalah..
a.    √3
b.    3
c.    2√3
d.    9
Pembahasan:
 11. Hasil dari √60 : √5 adalah...
a.    5√3
b.    5√2
c.    3√2
d.    2√3
Pembahasan:

Silahkan pelajari soal-soal diatas kemudian klik link berikut:
kerjakan dengan sungguh-sungguh kemudian kirimkan foto klian ke wa ibu. Terimakasih.

Sekian pembelajaran kita hari ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua.
Tetap melaksanakan 3M semoga pandemi ini segera berakhir. Aamiin.
Terimakasih.

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Kamis, 12 Agustus 2021

Math 9

 Matematika


Kelas IX

Bentuk akar


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi sholeh sholehah! Bagaimana kabarnya hari ini?
Semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat. Aamiin.
Alhamdulillah hari ini kita bisa bertemu kembali dalam pelajaran Matematika. 

Walaupun dirumah saja selalu jaga kesehatan, cuci tangan dengan sabun dan jangan lupa beribadah kepada Alloh SWT.
Sudah melaksanakan shalat dhuha kah? semoga kita selalu istiqomah dalam menjalankan sholat dhuha dan sholat lima waktunya ya.

Sebelum memulai pembelajaran mari bersama-sama kita berdoa terlebih dahulu.
Tujuan pembelajaran pada pertemuan hari ini adalah dapat menyajikan hasil pembelajaran bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar, serta sifat-sifatnya serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar, serta sifat-sifatnya

Untuk hari ini silahkan pahami dan mengingat materi berikut ya

Bentuk akar

Bentuk akar adalah bentuk lain untuk menyebutkan suatu bilangan yang berpangkat.




Sifat-Sifat Bentuk Akar

Untuk a, b, c, dan d bilangan real, berlaku:
1. Penjumlahan dan Pengurangan bentuk akar

2. Perkalian dan pembagian bentuk akar


Merasionalkan Penyebut Pecahan Bentuk Akar




Silahkan tulis materi diatas di buku tulis matematika kalian kemudian kalian cari contoh soal dan penyelesaiannya kemudian kirimkan ke wa ibu. Terimakasih.

Sekian pembelajaran kita hari ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua.
Tetap melaksanakan 3M semoga pandemi ini segera berakhir. Aamiin.
Terimakasih.

Waalaikumsalam Wr. Wb.