Senin, 27 Juli 2026

Grade 9 n Grade 7 Math

 Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Senin/27 Juli 2026

Kelas: IX

Materi: Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan  bulat, bilangan rasional dan irasional, bilangan desimal. 

3. Menyelesaikan bilangan berpangkat


Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Mari kita ingat kembali materi pada pertemuan sebelumnya tetang bilangan berpangkat positif, berpangkat negatif dan berpangkat nol. Kita akan menyelesaikan soal-soal tapi sebelumnya.

Ayo Simak Video!




Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

1. Nilai dari (-5)3 adalah...
2. Berapa nilai dari 7-3?
3. Bentuk paling sederhana dari 45 . 4-2 adalah....
4. Bentuk paling sederhana dari bilangan berpangkat 52 . 5adalah....
5. Berapa nilai dari (-4)-1 . (-2)-2?

Refleksi 







Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Senin/27 Juli 2026

Kelas: VII

Materi: Bilangan Bulat

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan  bulat, bilangan rasional dan bilangan decimal

1.    3. Perkalian dan pembagian bilangan bulat


Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Sifat-sifat Operasi Perkalian Bilangan Bulat

Apabila a adalah bilangan bulat positif, maka a>0. Namun, apabila a adalah bilangan bulat negatif, maka a<0. Berikut ini adalah sifat-sifat operasi perkalian bilangan bulat:

  1. Tertutup, jika a dan b adalah bilangan bulat, maka a x b akan menghasilkan bilangan bulat juga
  2. Komutatif (pertukaran) a x b = b x a
  3. Asosiatif (pengelompokkan) a x (b x c) = (a x b) x c
  4. Bilangan 1 sebagai unsur identitas a x 1 = 1 x a = a
  5. Jika dikalikan dengan bilangan 0, maka hasilnya akan 0. a x 0 = 0 x a = 0
  6. Distributif untuk operasi penjumlahan dan pengurangan

  • a x (b + c) = (a x b) + (a x c)
  • a x (b-c) = (a x b) - (a x c)


Sifat-Sifat Operasi Pembagian Bilangan Bulat

Syarat utama pembagian a/b adalah b tidak boleh sama dengan 0. Jika b = 0, maka hasilnya tidak terdefinisi. Selain itu, sifat operasi pembagian bilangan bulat yang lainnya adalah tidak tertutup. Jika dan b adalah bilangan bulat, maka hasil a/b belum tentu bilangan bulat.


Ayo Simak Video!

https://www.youtube.com/watch?v=9eo-WaOcO4Y


Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut  dengan tepat!

1. 12 x 13  =

2. -7 x 14 =

3. -9 x -15 =

4. 72 : (-8) =

5. (-56) : (-7) =


Refleksi 

Kamis, 23 Juli 2026

Grade 9 n Grade 8 Math

Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Kamis/23 Juli 2026

Kelas: IX

Materi: Bilangan Berpangkat

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan  bulat, bilangan rasional dan irasional, bilangan desimal. 

2. Memahami pangkat bilangan negatif dan pangkat nol


Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Mari kita ingat kembali materi pada pertemuan sebelumnya tetang bilangan berpangkat positif. Setelah itu kita akan membahas bilangan berpangkat negatif dan berpangkat nol.

Eksponen adalah bilangan berpangkat, yakni bilangan yang dikalikan dengan dirinya sendiri hingga beberapa tingkat. Notasi pangkat digunakan untuk menuliskan berapa kali suatu bilangan dikalikan secara berulang dalam bentuk yang lebih sederhana.

Misalnya, kita memiliki faktor a yang dikalikan berulang sebanyak tiga kali, maka dapat ditulis:

a3 = a x a x a

Angka 3 dituliskan di sebelah kanan atas a, yang menunjukkan bahwa angka 3 ini merupakan pangkat dari a.

Contohnya, 23 = 2 x 2 x 2 = 8

Perhatikan bentuk:  an = a x a x a x … x a

a = bilangan pokok(basis)

n = pangkat

Bilangan berpangkat bisa terdiri atas bilangan dengan pangkat bulat positif (bilangan asli), bilangan dengan pangkat bulat negatif, bilangan dengan pangkat nol, bilangan dengan pangkat rasional, dan bilangan dengan pangkat riil.


Ayo Simak Video!


Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

1. Sederhanakan dan nyatakan bentuk-bentuk berikut dalam bentuk pangkat bulat positif! a. p⁻³
b. 2p³q⁻⁴

2. Tentukan nilai perpangkatan berikut! a. 5⁸/5⁸
b. 3²2³ + 2³3¹/4⁰2²



Refleksi 




 Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Kamis/23 Juli 2026

Kelas: VIII

Materi: Pola Bilangan

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi pola dalam  bentuk susunan benda(obyek) dan pola bilangan
2. Peserta didik dapat mengenali pola dalam  bentuk susunan benda(obyek) dan pola bilangan

Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Masih ingat ya materi pada pertemuan sebelumnya tentang pengertian pola bilangan. Hari ini kita akan mengenal beberapa bentuk pola bilangan yang lain.

Ayo Simak Video!

Contoh soal 1

Pada pola bilangan segitiga pascal, baris keenam adalah bilangan …

Pembahasan:

Un = 2n-1

→ 26-1 = 25 = 32



Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

  1. Pola barisan bilangan 1, 4, 7, 10, 13 adalah selisih...
  2. Satuan selanjutnya setelah 12, 17, 22, 27, …
  3. Suku ke-3 dari pola bilangan 16, 21, …., 31, 36
  4. Dua suku berikutnya dari barisan bilangan 3, 8, 13, 18, 23 adalah ….

    1. U9 dari pola bilangan persegi panjang 2, 6, 12, … adalah …




    Refleksi 


    Rabu, 22 Juli 2026

    Grade 7 n Grade 8 Math

    Identitas

    Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

    Mata pelajaran: Matematika

    Hari/tanggal: Rabu/22 Juli 2026

    Kelas: VII

    Materi: Bilangan Bulat

    Tujuan pembelajaran

    Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan  bulat, bilangan rasional dan bilangan decimal

    1.    - Pengertian bilangan bulat, penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat


    Materi pembelajaran (inti pembahasan)

    Bilangan bulat

    Bilangan bulat adalah kumpulan atau himpunan bilangan yang nilainya bulat. Himpunan bilangan bulat dalam matematika dilambangkan dengan Z. Lambang ini berasal dari bahasa Jerman, yaitu Zahlen yang berarti bilangan.

    Jenis bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah dan bilangan bulat negatif.

    1.    Bilangan cacah adalah himpunan bilangan yang terdiri dari bilangan nol dan bilangan bulat positif. Bilangan cacah juga sering disebut dengan bilangan bulat yang ‘bukan negatif’. Jadi, bilangan cacah itu isinya positif semua.

    Lambang bilangan cacah adalah W yang memiliki kepanjangan Whole Numbers, yang artinya himpunan bilangan cacah. Contoh bilangan cacah, antara lain 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, …, dst.

    2. Bilangan Nol

    Sama seperti namanya, bilangan nol adalah bilangan yang berarti kosong. Bilangan ini merupakan bagian dari bilangan cacah, dan hanya terdiri dari satu bilangan, yaitu 0 (nol).

    3. Bilangan Bulat Positif (Bilangan Asli)

    Bilangan bulat positif atau bisa disebut sebagai bilangan asli, adalah himpunan bilangan bulat yang bernilai positif. Bilangan bulat positif juga merupakan bagian dari bilangan cacah, ya.

    Bilangan asli dilambangkan dengan N yang memiliki kepanjangan Natural Numbers, atau artinya himpunan bilangan asli. Contoh bilangan asli, yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, …, dst.

    4. Bilangan Bulat Negatif

    Bilangan bulat negatif adalah himpunan bilangan bulat yang bernilai negatif. Jadi, kebalikan dari bilangan asli, ya. Contoh bilangan bulat negatif, di antaranya …, -5, -4, -3, -2, -1.

    5. Bilangan Ganjil

    Bilangan ganjil adalah himpunan bilangan yang bukan kelipatan dua atau nilainya nggak habis jika dibagi 2.

    6. Bilangan Genap

    Bilangan genap adalah himpunan bilangan kelipatan 2 atau nilainya akan habis jika dibagi 2.

    Contoh: 8 merupakan bilangan genap karena kalo kita bagi dengan 2, nilainya akan habis atau nggak punya sisa. Beda lagi dengan 13. Coba, 13 bisa dibagi 2 nggak?

    Jawabannya bisa, tapi nilainya nggak habis. Berarti, 13 bukan kelipatan 2. Itu tandanya, 13 termasuk bilangan ganjil.      

    Contoh bilangan ganjil = {…, -7, -5, -3, -1, 1, 3, 5, 7, 9, …}

    Contoh bilangan genap = {…, -6, -4, -2, 0, 2, 4, 6, 8, 10, …}

    7. Bilangan Prima

    Bilangan prima adalah himpunan bilangan yang lebih besar dari 1 dan hanya bisa dibagi oleh 1 atau bilangan itu sendiri. Contohnya nih, 2 merupakan bilangan prima karena hanya bisa dibagi 1 dan bilangan itu sendiri, yaitu 2.

    Sedangkan, 4 bukan bilangan prima karena selain bisa dibagi 1 dan 4, 4 juga bisa dibagi 2. Contoh bilangan prima lainnya adalah sebagai berikut:

    Contoh bilangan prima = {2, 3, 5, 7, 11, 13, …}

    8. Bilangan Komposit

    Bilangan yang nilainya lebih besar dari 1 dan bukan termasuk bilangan prima, berarti bilangan tersebut merupakan bilangan komposit. Contohnya, 4 tadi. Bilangan 4 lebih besar dari 1 dan bukan bilangan prima karena bisa dibagi 1, 2, dan 4.

    Jadi, 4 termasuk bilangan komposit. Contoh lainnya ada 6. Bilangan 6 juga termasuk bilangan komposit karena nilainya lebih dari 1 dan bukan bilangan prima (bisa dibagi 1, 2, 3, dan 6).

    Contoh bilangan komposit = {4, 6, 8, 9, 10, 12, …}


    Ayo Simak Video!



    Assesment

    Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

    1. I. -5, -2, 0, 3

    II. -8, -4, -1

    III. 0, 1, 2, 3

    IV. -3, -1, 1/2, 4

    Di antara kelompok bilangan di atas manakah yang seluruhnya merupakan bilangan bulat negatif?

    2. Hasil dari 8 - (-5) adalah...

    3. Suhu udara di puncak gunung pada pagi hari adalah -3^0 C. Menjelang siang, suhu naik sebesar 8^0 C. Berapakah suhu udara pada siang hari?

    4. Hitunglah 24 - (-6) + (-18) = . . .



    Refleksi 






    Identitas

    Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

    Mata pelajaran: Matematika

    Hari/tanggal: Rabu/22 Juli 2026

    Kelas: VIII

    Materi: Pola Bilangan

    Tujuan pembelajaran

    Peserta didik dapat mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi pola dalam  bentuk susunan benda(obyek) dan pola bilangan
    Peserta didik dapat mengenali pola dalam  bentuk susunan benda(obyek) dan pola bilangan

    Materi pembelajaran (inti pembahasan)

    Pola bilangan adalah susunan angka-angka yang membentuk pola tertentu, misalnya segitiga, garis lurus, persegi, dan masih banyak lainnya.

    Ayo Simak Video!

    Contoh soal 1

    Diketahui barisan bilangan 4, 6, 9, 13, 18, …, …

    Kira-kira, berapa kelanjutan bilangan di atas?

    Pembahasan:

    Pertama, Quipperian lihat selisih antarbilangannya.

    Selisih 4 ke 6 = 2

    Selisih 6 ke 9 = 3

    Selisih 9 ke 13 = 4

    Selisih 13 ke 18 = 5

    Artinya, antarbilangan memiliki selisih + 1 dari selisih antarbilangan sebelumnya.

    Dengan demikian, bilangan selanjutnya adalah sebagai berikut.

    Selisih 18 ke bilangan selanjutnya pasti 6, sehingga 18 + 6 = 24

    Selisih 24 ke bilangan selanjutnya pasti 7, sehingga 24 + 7 = 31.

    Jadi, kelanjutan bilangannya adalah 24 dan 31.




    Assesment

    Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

    1. Andi diberi tugas oleh Pak Marno untuk meletakkan buku di rak perpustakaan. Di rak pertama ia harus meletakkan 6 buah buku, di rak kedua 11 buah buku, di rak ketiga 16 buah buku, di rak keempat 21 buah buku. Jika banyaknya rak di perpustakaan adalah 10, tentukan banyaknya buku yang harus disusun Budi di rak terakhir!



    Refleksi 


    Senin, 20 Juli 2026

    Math

    Identitas

    Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

    Mata pelajaran: Matematika

    Hari/tanggal: Senin/20 Juli 2026

    Kelas: IX

    Materi: Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

    Tujuan pembelajaran

    Melalui diskusi kelompok kecil menggunakan media garis bilangan (C), siswa (A) dapat membandingkan besaran dua bilangan dalam notasi ilmiah atau bentuk akar (B) dengan logis dan benar (D).
    - Memahami bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya

    Materi pembelajaran (inti pembahasan)

    Eksponen adalah bilangan berpangkat, yakni bilangan yang dikalikan dengan dirinya sendiri hingga beberapa tingkat. Notasi pangkat digunakan untuk menuliskan berapa kali suatu bilangan dikalikan secara berulang dalam bentuk yang lebih sederhana.

    Misalnya, kita memiliki faktor a yang dikalikan berulang sebanyak tiga kali, maka dapat ditulis:

    a3 = a x a x a

    Angka 3 dituliskan di sebelah kanan atas a, yang menunjukkan bahwa angka 3 ini merupakan pangkat dari a.

    Contohnya, 23 = 2 x 2 x 2 = 8

    Perhatikan bentuk:  an = a x a x a x … x a

    a = bilangan pokok(basis)

    n = pangkat

    Bilangan berpangkat bisa terdiri atas bilangan dengan pangkat bulat positif (bilangan asli), bilangan dengan pangkat bulat negatif, bilangan dengan pangkat nol, bilangan dengan pangkat rasional, dan bilangan dengan pangkat riil.


    Ayo Simak Video!


    Assesment

    Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

    1. Nilai dari (-5)³ adalah ...
    2. Bentuk sederhana dari 4⁵ . 4³ adalah ... 
    3. Hasil dari 2⁻³ adalah ...
    4. Bentuk sederhana dari (2³)⁴ adalah ...


    Refleksi 











    Identitas

    Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

    Mata pelajaran: Matematika

    Hari/tanggal: Senin/20 Juli 2026

    Kelas: VII

    Materi: Bilangan Bulat

    Tujuan pembelajaran

    Melalui tes diagnostik awal yang dilakukan nantinya dari hasil tersebut akan digunakan sebagai peta navigasi Anda dalam merancang strategi pembelajaran.

    Materi pembelajaran (inti pembahasan)

    1. Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat

    2. Operasi Hitung Pecahan

    3. Desimal dan Persen

    4. KPK dan FPB (Konteks Kehidupan Nyata)

    5. Rasio / Skala

    6. Geometri (Luas Bangun Datar Gabungan)

    7. Analisis Data dan Statistika Dasar


    Assesment

    Selesaikanlah soal-soal di LKM dengan tepat!


    Refleksi