Rabu, 22 Juli 2026

Math Kelas 7 dan 8

Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Rabu/22 Juli 2026

Kelas: VII

Materi: Bilangan Bulat

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan  bulat, bilangan rasional dan bilangan decimal

1.    - Pengertian bilangan bulat, penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat


Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Bilangan bulat

Bilangan bulat adalah kumpulan atau himpunan bilangan yang nilainya bulat. Himpunan bilangan bulat dalam matematika dilambangkan dengan Z. Lambang ini berasal dari bahasa Jerman, yaitu Zahlen yang berarti bilangan.

Jenis bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah dan bilangan bulat negatif.

1.    Bilangan cacah adalah himpunan bilangan yang terdiri dari bilangan nol dan bilangan bulat positif. Bilangan cacah juga sering disebut dengan bilangan bulat yang ‘bukan negatif’. Jadi, bilangan cacah itu isinya positif semua.

Lambang bilangan cacah adalah W yang memiliki kepanjangan Whole Numbers, yang artinya himpunan bilangan cacah. Contoh bilangan cacah, antara lain 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, …, dst.

2. Bilangan Nol

Sama seperti namanya, bilangan nol adalah bilangan yang berarti kosong. Bilangan ini merupakan bagian dari bilangan cacah, dan hanya terdiri dari satu bilangan, yaitu 0 (nol).

3. Bilangan Bulat Positif (Bilangan Asli)

Bilangan bulat positif atau bisa disebut sebagai bilangan asli, adalah himpunan bilangan bulat yang bernilai positif. Bilangan bulat positif juga merupakan bagian dari bilangan cacah, ya.

Bilangan asli dilambangkan dengan N yang memiliki kepanjangan Natural Numbers, atau artinya himpunan bilangan asli. Contoh bilangan asli, yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, …, dst.

4. Bilangan Bulat Negatif

Bilangan bulat negatif adalah himpunan bilangan bulat yang bernilai negatif. Jadi, kebalikan dari bilangan asli, ya. Contoh bilangan bulat negatif, di antaranya …, -5, -4, -3, -2, -1.

5. Bilangan Ganjil

Bilangan ganjil adalah himpunan bilangan yang bukan kelipatan dua atau nilainya nggak habis jika dibagi 2.

6. Bilangan Genap

Bilangan genap adalah himpunan bilangan kelipatan 2 atau nilainya akan habis jika dibagi 2.

Contoh: 8 merupakan bilangan genap karena kalo kita bagi dengan 2, nilainya akan habis atau nggak punya sisa. Beda lagi dengan 13. Coba, 13 bisa dibagi 2 nggak?

Jawabannya bisa, tapi nilainya nggak habis. Berarti, 13 bukan kelipatan 2. Itu tandanya, 13 termasuk bilangan ganjil.      

Contoh bilangan ganjil = {…, -7, -5, -3, -1, 1, 3, 5, 7, 9, …}

Contoh bilangan genap = {…, -6, -4, -2, 0, 2, 4, 6, 8, 10, …}

7. Bilangan Prima

Bilangan prima adalah himpunan bilangan yang lebih besar dari 1 dan hanya bisa dibagi oleh 1 atau bilangan itu sendiri. Contohnya nih, 2 merupakan bilangan prima karena hanya bisa dibagi 1 dan bilangan itu sendiri, yaitu 2.

Sedangkan, 4 bukan bilangan prima karena selain bisa dibagi 1 dan 4, 4 juga bisa dibagi 2. Contoh bilangan prima lainnya adalah sebagai berikut:

Contoh bilangan prima = {2, 3, 5, 7, 11, 13, …}

8. Bilangan Komposit

Bilangan yang nilainya lebih besar dari 1 dan bukan termasuk bilangan prima, berarti bilangan tersebut merupakan bilangan komposit. Contohnya, 4 tadi. Bilangan 4 lebih besar dari 1 dan bukan bilangan prima karena bisa dibagi 1, 2, dan 4.

Jadi, 4 termasuk bilangan komposit. Contoh lainnya ada 6. Bilangan 6 juga termasuk bilangan komposit karena nilainya lebih dari 1 dan bukan bilangan prima (bisa dibagi 1, 2, 3, dan 6).

Contoh bilangan komposit = {4, 6, 8, 9, 10, 12, …}


Ayo Simak Video!



Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

1. I. -5, -2, 0, 3

II. -8, -4, -1

III. 0, 1, 2, 3

IV. -3, -1, 1/2, 4

Di antara kelompok bilangan di atas manakah yang seluruhnya merupakan bilangan bulat negatif?

2. Hasil dari 8 - (-5) adalah...

3. Suhu udara di puncak gunung pada pagi hari adalah -3^0 C. Menjelang siang, suhu naik sebesar 8^0 C. Berapakah suhu udara pada siang hari?

4. Hitunglah 24 - (-6) + (-18) = . . .



Refleksi 






Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Rabu/22 Juli 2026

Kelas: VIII

Materi: Pola Bilangan

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi pola dalam  bentuk susunan benda(obyek) dan pola bilangan
Peserta didik dapat mengenali pola dalam  bentuk susunan benda(obyek) dan pola bilangan

Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Pola bilangan adalah susunan angka-angka yang membentuk pola tertentu, misalnya segitiga, garis lurus, persegi, dan masih banyak lainnya.

Ayo Simak Video!

Contoh soal 1

Diketahui barisan bilangan 4, 6, 9, 13, 18, …, …

Kira-kira, berapa kelanjutan bilangan di atas?

Pembahasan:

Pertama, Quipperian lihat selisih antarbilangannya.

Selisih 4 ke 6 = 2

Selisih 6 ke 9 = 3

Selisih 9 ke 13 = 4

Selisih 13 ke 18 = 5

Artinya, antarbilangan memiliki selisih + 1 dari selisih antarbilangan sebelumnya.

Dengan demikian, bilangan selanjutnya adalah sebagai berikut.

Selisih 18 ke bilangan selanjutnya pasti 6, sehingga 18 + 6 = 24

Selisih 24 ke bilangan selanjutnya pasti 7, sehingga 24 + 7 = 31.

Jadi, kelanjutan bilangannya adalah 24 dan 31.




Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

  1. Andi diberi tugas oleh Pak Marno untuk meletakkan buku di rak perpustakaan. Di rak pertama ia harus meletakkan 6 buah buku, di rak kedua 11 buah buku, di rak ketiga 16 buah buku, di rak keempat 21 buah buku. Jika banyaknya rak di perpustakaan adalah 10, tentukan banyaknya buku yang harus disusun Budi di rak terakhir!



Refleksi 


Senin, 20 Juli 2026

Matematika

Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Senin/20 Juli 2026

Kelas: IX

Materi: Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

Tujuan pembelajaran

Melalui diskusi kelompok kecil menggunakan media garis bilangan (C), siswa (A) dapat membandingkan besaran dua bilangan dalam notasi ilmiah atau bentuk akar (B) dengan logis dan benar (D).
- Memahami bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya

Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Eksponen adalah bilangan berpangkat, yakni bilangan yang dikalikan dengan dirinya sendiri hingga beberapa tingkat. Notasi pangkat digunakan untuk menuliskan berapa kali suatu bilangan dikalikan secara berulang dalam bentuk yang lebih sederhana.

Misalnya, kita memiliki faktor a yang dikalikan berulang sebanyak tiga kali, maka dapat ditulis:

a3 = a x a x a

Angka 3 dituliskan di sebelah kanan atas a, yang menunjukkan bahwa angka 3 ini merupakan pangkat dari a.

Contohnya, 23 = 2 x 2 x 2 = 8

Perhatikan bentuk:  an = a x a x a x … x a

a = bilangan pokok(basis)

n = pangkat

Bilangan berpangkat bisa terdiri atas bilangan dengan pangkat bulat positif (bilangan asli), bilangan dengan pangkat bulat negatif, bilangan dengan pangkat nol, bilangan dengan pangkat rasional, dan bilangan dengan pangkat riil.


Ayo Simak Video!


Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

1. Nilai dari (-5)³ adalah ...
2. Bentuk sederhana dari 4⁵ . 4³ adalah ... 
3. Hasil dari 2⁻³ adalah ...
4. Bentuk sederhana dari (2³)⁴ adalah ...


Refleksi 











Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Senin/20 Juli 2026

Kelas: VII

Materi: Bilangan Bulat

Tujuan pembelajaran

Melalui tes diagnostik awal yang dilakukan nantinya dari hasil tersebut akan digunakan sebagai peta navigasi Anda dalam merancang strategi pembelajaran.

Materi pembelajaran (inti pembahasan)

1. Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat

2. Operasi Hitung Pecahan

3. Desimal dan Persen

4. KPK dan FPB (Konteks Kehidupan Nyata)

5. Rasio / Skala

6. Geometri (Luas Bangun Datar Gabungan)

7. Analisis Data dan Statistika Dasar


Assesment

Selesaikanlah soal-soal di LKM dengan tepat!


Refleksi 

Jumat, 22 Mei 2026

Kisi-kisi ASAT Matematika


Kisi-kisi ASAT Matematika

Kelas VIII


Capaian Pembelajaran:

Di akhir fase D, Murid dapat menunjukkan teorema Pythagoras dan menggunakannya dalam menyelesaikan masalah (termasuk pengenalan bilangan irasional dan jarak antara dua titik pada bidang koordinat Kartesius).  Menentukan keliling, luas, panjang busur, sudut dan luas juring lingkaran, serta menyelesaikan masalah yang terkait; Murid dapat Membuat jaring-jaring bangun ruang (prisma, limas) dan membuat bangun ruang dari jaring-jaringnya. Murid dapat menjelaskan cara untuk menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang (prisma, limas) dan menyelesaikan masalah yang terkait; Murid dapat menentukan dan menafsirkan rerata (mean), median, modus, dan jangkauan (range) dari data tersebut untuk menyelesaikan masalah (termasuk membandingkan suatu data terhadap kelompoknya, membandingkan dua kelompok data, memprediksi, membuat keputusan); menyelidiki kemungkinan adanya perubahan pengukuran pusat tersebut akibat perubahan data. Murid dapat menjelaskan dan menggunakan pengertian peluang dan frekuensi relatif untuk menentukan frekuensi harapan satu kejadian pada suatu percobaan sederhana (semua hasil percobaan dapat muncul secara merata).


No.

Tujuan Pembelajaran

Materi

Indikator Soal

Tingkat Kesulitan

Banyak Soal

Nomor Soal

 

Sumber

1.

1.       Menunjukkan teorema Pythagoras

2.       Menggunakan teorema Pythagoras dalam menyelesaikan masalah

 

Teorema Pythagoras

Peserta didik dapat memeriksa kebenaran teorema Pythagoras.

mudah

1

1

Sekolah

Peserta didik dapat menentukan panjang sisi segitiga siku-siku jika panjang dua sisi diketahui.

sedang

 

2

2,3

 

Sekolah

Peserta didik dapat menentukan panjang salah satu sisi jika panjang dua sisi lain diketahui.

sedang

 

 

1

4

 

 

Sekolah

Peserta didik dapat menentukan jenis segitiga berdasarkan panjang sisi-sisi yang diketahui.

sedang

 

1

5

 

Sekolah

Peserta didik dapat menentukan bilangan yang  merupakan Tripel Pythagoras

mudah

 

1

6

 

Sekolah

Peserta didik dapat Menghitung luas suatu  segitiga jika diketahui panjang diagonalnya

sukar

 

1

7

 

Sekolah

 

Peserta didik dapat menyelesaikan masalah keliling yang berkaitan dengan konsep pythagoras

sukar

 

1

8

 

 

Sekolah

 

Peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan  penerapan konsep    teorema Pythagoras

Sukar

 

2

9, 10

 

Sekolah

 

2

 1. Menentukan keliling, luas, panjang busur, sudut dan luas juring lingkaran, serta menyelesaikan masalah yang terkait;

Lingkaran

Menentukan unsur-unsur linkaran

Mudah

2

11 dan 12

Sekolah

Menghitung besar sudut pusat

mudah

1

13

Sekolah

Menghitung luas lingkaran

Sedang

3

14, 15, 16

Sekolah

Menghitung ½ lingkaran

Sukar

1

17

Sekolah

Menghitung ¼ lingkaran

Sukar

1

18

Sekolah

Menghitung keliling lingkaran

Sedang

2

19 dan 20

Sekolah

3

1.       Membuat jaring-jaring bangun ruang (prisma, limas) dan membuat bangun ruang dari jaring-jaringnya.

2.       Menjelaskan cara untuk menentukan luas permukaan bangun ruang (prisma, limas) dan menyelesaikan masalah yang terkait

3.       Menjelaskan cara untuk menentukan volume bangun ruang (prisma, limas) dan menyelesaikan masalah yang terkait

Bangun ruang sisi datar (prisma dan limas)

Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur –unsur  prisma dan limas

mudah

 

1

21

 

Sekolah

Peserta didik dapat menentukan panjang kerangka pada prisma dan limas.

sedang

 

2

22, 23

 

 

Sekolah

Peserta didik dapat menentukan luas permukaan suatu bangun ruang sisi datar

sukar

 

2

24, 25

 

 

Sekolah

Peserta didik dapat menaksir volume suatu bangun ruang sisi datar

sukar

 

1

26

 

 

Sekolah

Peserta didik dapat menunjukan rumus volume dari suatu bangun ruang sisi datar.

mudah

 

1

27

 

 

Sekolah

Peserta didik dapat menyebutkan hubungan antara diagonal ruang, diagonal bidang dan bidang diagonal

sedang

1

28

 

 

Sekolah

Peserta didik dapat menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan volume bangun ruang sisi sisi datar.

sukar

 

1

29

 

 

Sekolah

Peserta didik dapat menentukan volume permukaan dari suatu bangun ruang sisi datar gabungan  

sukar

 

1

30

 

 

Sekolah

4

1.       Menentukan dan menafsirkan rerata (mean), median, modus, dan jangkauan (range) dari data tersebut

2.       Menyelesaikan masalah (termasuk membandingkan suatu data terhadap kelompoknya, membandingkan dua kelompok data, memprediksi, membuat keputusan);

3.       Menyelidiki kemungkinan adanya perubahan pengukuran pusat tersebut akibat perubahan data.

Penyajian Data

1.       Data

2.       Mean, Median, Modus dan Jangkauan

 

Peserta didik dapat menghitung mean, median, modus, dan jangkauan dari data yang diberikan

mudah

 

4

31, 32, 33, 34

 

Sekolah

Peserta didik  dapat menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan  nilai rata-rata

sukar

 

1

35

 

Sekolah

 

1. Menjelaskan dan menggunakan pengertian peluang dan frekuensi relatif untuk menentukan frekuensi harapan satu kejadian pada suatu percobaan sederhana (semua hasil percobaan dapat muncul secara merata).

 

Peluang

Peserta didik dapat menentukan banyak ruang sampel suatu kejadian

mudah

 

1

36

 

Sekolah

 

Peserta didik dapat menentukan peluang suatu kejadian tertentu  (peluang teoritik)

sedang

 

2

37, 38

 

Sekolah

 

Peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan  peluang teoritik

sukar

 

1

39

 

Sekolah

 

Peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan peluang empirik

sukar

 

1

40

 

Sekolah

 





Kisi-kisi ASAT Matematika

Kelas VII

Materi

Indikator

No soal

Aritmetika

Peserta didik dapat menerapkan operasi aritmatika

1

Peserta didik dapat menerapkan operasi aritmatika terkait diskon

2

Peserta didik dapat menerapkan operasi aritmatika terkai bruto, tara, neto

3

Peserta didik dapat memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah

4 dan 5

  Perbandingan

Menuliskan bentuk perbandingan

6

Menemukan nilai dari soal cerita tentang perbandingan

7 dan

Menentukan nilai p dari bentuk perbandingan

9

Menghitung besar skala

10

Menghitung jarak sebenarnya

11

Menentukan jarak pada peta

12

Menghitung perbandingan senilai

13 dan 14

Menghitung perbandingan berbalik nilai

15

Segitiga dan segiempat

Menentukan jenis segitiga

16

Menghitung keliling dan luas segitiga

17 dan 18

Menghitung keliling dan luas persegi

19 dan 20

Menghitung keliling dan luas persegi panjang

21 dan 22

Menentukan jenis trapesium

23

Menghitung keliling dan luas trapesium

24 dan 25

Garis dan sudut

Menentukan jenis-jenis sudut (tumpul dan refleks)

26 dan 27

Menghitung sudut bertolakbelakang

28

Menentukan hubungan antar sudut (sepihak dan sehadap)

29 dan 30

Menghitung besar salah satu sudut pada gambar segitiga

31

Menghitung besar sudut pelurus

32 dan 33

Menghitung nilai x dari sudut sikusiku

34

Menghitung nilai x dari sudut pelurus

35

Data dan penyajian data (statistika)

Diberikan diagram batang jumlah laki-laki dan perempuan dalam suatu kelas, peserta didik dapat menentukan selisih banyak laki laki dan perempuan paling besar dari diagram batang tersebut.

36

Diberikan diagram garis, peserta didik dapat menyimpulkan yang diminta dari diagram garis tersebut.

37

Diberikan sebuah tabel berikut datanya, peserta didik dapat membuat diagram batang dari data yang terdapat dalam tabel tersebut.

38

Disajikan diagram lingkaran, siswa dapat menentukan jumlah siswa dari bagian jika diketahui persentasenya.

39

 

Disajikan diagram lingkaran, peserta didik dapat menentukan persentase bagian pada diagram tersebut

40