Kamis, 30 Juli 2026

Grade 9 n Grade 8 Math

 Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Kamis/30 Juli 2026

Kelas: IX

Materi: Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan  bulat, bilangan rasional dan irasional, bilangan desimal. 

4. Menyelesaikan soal bilangan berpangkat


Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Mari kita ingat kembali materi pada pertemuan sebelumnya tetang bilangan berpangkat positif, berpangkat negatif dan berpangkat nol. Kita akan menyelesaikan soal-soal tapi sebelumnya.

Ayo Simak Video!




Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

1. Hitunglah hasil dari 5 + 3 x 2^4
2. 1/2 x (6^3 - 4^2)
3. 8 + 3 (-3)^4

Refleksi 






 Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Kamis/30 Juli 2026

Kelas: VIII

Materi: Pola Bilangan

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi pola dalam  bentuk susunan benda(obyek) dan pola bilangan
4. Memprediksi pola barisan aritmetika (menentukan rumus suku ke n barisan aritmetika)

Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Pada pertemuan sebelumnya kita sudah mempelajari tentang jenis-jenis pola bilangan. Hari ini kita akan mengenal pola barisan aritmetika.

Rumus barisan aritmetika bisa kamu gunakan untuk mencari suku ke-n (Un). Sementara itu, rumus deret aritmetika berguna untuk mencari penjumlahan dari suku-suku tersebut.

Oke, supaya kamu lebih mudah memahami rumusnya, kita langsung masuk ke contoh soal saja. Misalnya terdapat barisan bilangan 1, 3, 5, 7, 9, 11, … Maka,

Suku pertama = U1 = a = 1

Suku kedua = U= 3

Suku kedua = U= 5 … dst sampai suku ke-n = Un

Beda atau selisih suku pertama dengan suku kedua, suku kedua dengan suku ketiga, dan seterusnya:

b = U2 – U1 = 3 – 1 = 2

b = U3 – U2 = 5 – 3 = 2

b = U4 – U3 = 7 – 5 = 2 … dst

Jadi, b = 2.

Kita diminta mencari suku ke-n (Un) dari barisan bilangan tadi. Kalau semisal yang ditanya adalah suku ke-7 (U7), caranya gampang ya, gais. Kamu tinggal tambahkan saja suku ke-6 (U6) dengan nilai beda nya.

b = U7 – U6

U7 = U6 + b

U7 = 11 + 2 = 13

Tapi, bagaimana jika kita diminta untuk mencari suku ke-20, atau suku ke-35, atau suku ke-100? Sangat nggak efektif kalau kita jumlahkan satu per satu tiap suku dengan beda nya, ya. Oleh karena itu, kita membutuhkan rumus barisan aritmetika.


Contoh soal 1

1. Pada barisan aritmatika 7, 5, 3, 1, suku ke 20-nya adalah …

Pembahasan:

·         Diketahui:

a = 7

b = U2 – U1

b = 5-7

b = –2

·         Rumus:

Un = a + (n-1)b

Un = 7 + (20-1) (-2)

= 7 + (19).-2

= 7 + (-38)

= -31


2. Rumus suku ke-n pada barisan bilangan 2, 6, 8, ...

Pembahasan:

     Diketahui:

a = 2

b = 4 – 2

b = 2


·         Rumus:

Un = a + (n-1)b

Un = 2 + (n-1)2

Un = 2 + 2n -2

Un = 2 - 2 + 2n

 Un = 2n



Ayo Simak Video!


Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

1. Diketahui barisan bilangan: 2, 6, 10, ...   .Tentukan rumus suku ke-n dari barisan tersebut!

2. Barisan aritmetika: 12, 18, 22,... Tentukan rumus suku ke-n dari barisan tersebut!

Rabu, 29 Juli 2026

Grade 7 n Grade 8 Math

 Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Rabu/29 Juli 2026

Kelas: VII

Materi: Bilangan Bulat

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan  bulat, bilangan rasional dan bilangan decimal

1.    4. Operasi campuran bilangan bulat


Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Operasi campuran bilangan bulat adalah operasi hitung yang melibatkan lebih dari satu jenis operasi dasar((penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). Untuk menyelesaikannya, perlu diperhatikan urutan pengerjaan yang benar, yaitu: kurung, perkalian dan pembagian (dikerjakan dari kiri), dan penjumlahan dan pengurangan (dikerjakan dari kiri). 

Contoh soal

1. Hitunglah 

10 + 2 × (-7)

Jawab: 10 + 2 × (-7) = 10 + -14 = -4 

2. Hitunglah berikut ini dengan sifat distributif. 
(-6) × 55 + (-6) × 45

Jawab: Sifat distributif digunakan untuk menyederhanakan suatu operasi hitung. Menurut sifat distributif, a x b + a x c = a x (b + c). Maka  -6) × 55 + (-6) × 45 = (-6) x (55 + 45) = (-6) x 100 = -600

3. Hitungan dengan kombinasi empat operasi.

4 × (-2) + (-14) : 2
Jawab: 4 × (-2) + (-14) : 2 = (-8) + (-7) = -15


Ayo Simak Video!

https://www.youtube.com/watch?v=ZkQP1tvn8SE




Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

  1. Kerjakan perhitungan (15 - 6) \times (4 + 2).
  2. Cobalah untuk menyelesaikan perhitungan (5 x 2) + (9 : 3)
  3. Selesaikan (27 \div 9) \times (4 + 1)!
  4. Hitung hasil dari (18 \times 3) \div 6 + (9 - 2).
  5. Cobalah hitung 24 \div (5 - 2) + (3 \times 4).

Refleksi 






Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Rabu/29 Juli 2026

Kelas: VIII

Materi: Pola Bilangan

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi pola dalam  bentuk susunan benda(obyek) dan pola bilangan
3. Memprediksi pola barisan aritmetika 

Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Pada pertemuan sebelumnya kita sudah mempelajari tentang jenis-jenis pola bilangan. Hari ini kita akan mengenal pola barisan aritmetika.

Rumus barisan aritmetika bisa kamu gunakan untuk mencari suku ke-n (Un). Sementara itu, rumus deret aritmetika berguna untuk mencari penjumlahan dari suku-suku tersebut.

Oke, supaya kamu lebih mudah memahami rumusnya, kita langsung masuk ke contoh soal saja. Misalnya terdapat barisan bilangan 1, 3, 5, 7, 9, 11, … Maka,

Suku pertama = U1 = a = 1

Suku kedua = U= 3

Suku kedua = U= 5 … dst sampai suku ke-n = Un

Beda atau selisih suku pertama dengan suku kedua, suku kedua dengan suku ketiga, dan seterusnya:

b = U2 – U1 = 3 – 1 = 2

b = U3 – U2 = 5 – 3 = 2

b = U4 – U3 = 7 – 5 = 2 … dst

Jadi, b = 2.

Kita diminta mencari suku ke-n (Un) dari barisan bilangan tadi. Kalau semisal yang ditanya adalah suku ke-7 (U7), caranya gampang ya, gais. Kamu tinggal tambahkan saja suku ke-6 (U6) dengan nilai beda nya.

b = U7 – U6

U7 = U6 + b

U7 = 11 + 2 = 13

Tapi, bagaimana jika kita diminta untuk mencari suku ke-20, atau suku ke-35, atau suku ke-100? Sangat nggak efektif kalau kita jumlahkan satu per satu tiap suku dengan beda nya, ya. Oleh karena itu, kita membutuhkan rumus barisan aritmetika.


Contoh soal 1

1. Pada barisan aritmatika 7, 5, 3, 1, suku ke 20-nya adalah …

Pembahasan:

·         Diketahui:

a = 7

b = U2 – U1

b = 5-7

b = –2

·         Rumus:

Un = a + (n-1)b

Un = 7 + (20-1) (-2)

= 7 + (19).-2

= 7 + (-38)

= -31


2. Rumus suku ke-n pada barisan bilangan 2, 6, 8, ...

Pembahasan:

     Diketahui:

a = 2

b = 4 – 2

b = 2


·         Rumus:

Un = a + (n-1)b

Un = 2 + (n-1)2

Un = 2 + 2n -2

Un = 2 - 2 + 2n

 Un = 2n



Ayo Simak Video!


Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

  1. pada suatu barisan aritmatika 10, 6, 2, -2, -6, -10. Berapakah beda barisan tersebut?
  2. Pada suatu ruangan rapat, disusun kursi dengan baris depan 12 kursi, baris kedua 14 kursi, baris ketiga 16 kursi. Maka banyaknya kursi di baris ke 5 adalah …
  3. Suatu barisan aritmatika adalah 2, 6, 10, … maka suku ke-14 adalah...
  4. Suku ke-20 pada barisan bilangan 4, 7, 10 …




Refleksi 


Senin, 27 Juli 2026

Grade 9 n Grade 7 Math

 Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Senin/27 Juli 2026

Kelas: IX

Materi: Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan  bulat, bilangan rasional dan irasional, bilangan desimal. 

3. Menyelesaikan bilangan berpangkat


Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Mari kita ingat kembali materi pada pertemuan sebelumnya tetang bilangan berpangkat positif, berpangkat negatif dan berpangkat nol. Kita akan menyelesaikan soal-soal tapi sebelumnya.

Ayo Simak Video!




Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

1. Nilai dari (-5)3 adalah...
2. Berapa nilai dari 7-3?
3. Bentuk paling sederhana dari 45 . 4-2 adalah....
4. Bentuk paling sederhana dari bilangan berpangkat 52 . 5adalah....
5. Berapa nilai dari (-4)-1 . (-2)-2?

Refleksi 







Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Senin/27 Juli 2026

Kelas: VII

Materi: Bilangan Bulat

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan  bulat, bilangan rasional dan bilangan decimal

1.    3. Perkalian dan pembagian bilangan bulat


Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Sifat-sifat Operasi Perkalian Bilangan Bulat

Apabila a adalah bilangan bulat positif, maka a>0. Namun, apabila a adalah bilangan bulat negatif, maka a<0. Berikut ini adalah sifat-sifat operasi perkalian bilangan bulat:

  1. Tertutup, jika a dan b adalah bilangan bulat, maka a x b akan menghasilkan bilangan bulat juga
  2. Komutatif (pertukaran) a x b = b x a
  3. Asosiatif (pengelompokkan) a x (b x c) = (a x b) x c
  4. Bilangan 1 sebagai unsur identitas a x 1 = 1 x a = a
  5. Jika dikalikan dengan bilangan 0, maka hasilnya akan 0. a x 0 = 0 x a = 0
  6. Distributif untuk operasi penjumlahan dan pengurangan

  • a x (b + c) = (a x b) + (a x c)
  • a x (b-c) = (a x b) - (a x c)


Sifat-Sifat Operasi Pembagian Bilangan Bulat

Syarat utama pembagian a/b adalah b tidak boleh sama dengan 0. Jika b = 0, maka hasilnya tidak terdefinisi. Selain itu, sifat operasi pembagian bilangan bulat yang lainnya adalah tidak tertutup. Jika dan b adalah bilangan bulat, maka hasil a/b belum tentu bilangan bulat.


Ayo Simak Video!

https://www.youtube.com/watch?v=9eo-WaOcO4Y


Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut  dengan tepat!

1. 12 x 13  =

2. -7 x 14 =

3. -9 x -15 =

4. 72 : (-8) =

5. (-56) : (-7) =


Refleksi 

Kamis, 23 Juli 2026

Grade 9 n Grade 8 Math

Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Kamis/23 Juli 2026

Kelas: IX

Materi: Bilangan Berpangkat

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan  bulat, bilangan rasional dan irasional, bilangan desimal. 

2. Memahami pangkat bilangan negatif dan pangkat nol


Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Mari kita ingat kembali materi pada pertemuan sebelumnya tetang bilangan berpangkat positif. Setelah itu kita akan membahas bilangan berpangkat negatif dan berpangkat nol.

Eksponen adalah bilangan berpangkat, yakni bilangan yang dikalikan dengan dirinya sendiri hingga beberapa tingkat. Notasi pangkat digunakan untuk menuliskan berapa kali suatu bilangan dikalikan secara berulang dalam bentuk yang lebih sederhana.

Misalnya, kita memiliki faktor a yang dikalikan berulang sebanyak tiga kali, maka dapat ditulis:

a3 = a x a x a

Angka 3 dituliskan di sebelah kanan atas a, yang menunjukkan bahwa angka 3 ini merupakan pangkat dari a.

Contohnya, 23 = 2 x 2 x 2 = 8

Perhatikan bentuk:  an = a x a x a x … x a

a = bilangan pokok(basis)

n = pangkat

Bilangan berpangkat bisa terdiri atas bilangan dengan pangkat bulat positif (bilangan asli), bilangan dengan pangkat bulat negatif, bilangan dengan pangkat nol, bilangan dengan pangkat rasional, dan bilangan dengan pangkat riil.


Ayo Simak Video!


Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

1. Sederhanakan dan nyatakan bentuk-bentuk berikut dalam bentuk pangkat bulat positif! a. p⁻³
b. 2p³q⁻⁴

2. Tentukan nilai perpangkatan berikut! a. 5⁸/5⁸
b. 3²2³ + 2³3¹/4⁰2²



Refleksi 




 Identitas

Nama guru: Endah Septasari, S.Pd

Mata pelajaran: Matematika

Hari/tanggal: Kamis/23 Juli 2026

Kelas: VIII

Materi: Pola Bilangan

Tujuan pembelajaran

Peserta didik dapat mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi pola dalam  bentuk susunan benda(obyek) dan pola bilangan
2. Peserta didik dapat mengenali pola dalam  bentuk susunan benda(obyek) dan pola bilangan

Materi pembelajaran (inti pembahasan)

Masih ingat ya materi pada pertemuan sebelumnya tentang pengertian pola bilangan. Hari ini kita akan mengenal beberapa bentuk pola bilangan yang lain.

Ayo Simak Video!

Contoh soal 1

Pada pola bilangan segitiga pascal, baris keenam adalah bilangan …

Pembahasan:

Un = 2n-1

→ 26-1 = 25 = 32



Assesment

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan tepat!

  1. Pola barisan bilangan 1, 4, 7, 10, 13 adalah selisih...
  2. Satuan selanjutnya setelah 12, 17, 22, 27, …
  3. Suku ke-3 dari pola bilangan 16, 21, …., 31, 36
  4. Dua suku berikutnya dari barisan bilangan 3, 8, 13, 18, 23 adalah ….

    1. U9 dari pola bilangan persegi panjang 2, 6, 12, … adalah …




    Refleksi