IDENTITAS
Nama Guru : Endah Septasari
Mata Pelajaran : Matematika
Hari/Tanggal : Kamis/10 September 2026
Fase/Kelas : D/IX
Materi : Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar
Pertemuan Ke : 2
Capaian Pembelajaran (CP) Umum :
Murid dapat melakukan transformasi tunggal (refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi) titik, garis, dan bangun datar pada bidang koordinat Kartesius dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah.
Tujuan Pembelajaran (TP) Umum :
Murid dapat melakukan transformasi tunggal (refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi) titik, garis, dan bangun datar pada bidang koordinat Kartesius dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah.
2. Murid dapat melakukan transformasi tunggal refleksi bangun datar pada bidang koordinat Kartesius dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah.
Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 2
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :
Materi
- Apersepsi singkat
Assalamualaikum Wr. Wb.
- Jarak dari titik asal ke cermin sama dengan jarak dari cermin ke titik bayangan.
- Posisi garis yang menghubungkan titik asal dan bayangannya selalu tegak lurus dengan garis cermin.
- Bentuk dan ukuran objek asli tidak berubah (kongruen) setelah dicerminkan.
- Tentukan titik-titik sudut (A, B, C, ...) dari bangun datar pada bidang koordinat.
- Aplikasikan rumus refleksi satu per satu pada setiap titik sudut tersebut.
- Hubungkan titik-titik bayangan (A', B', C', ...) yang baru untuk membentuk posisi bangun datar hasil pencerminan
Media/Alat peraga: Video pembelajaran
Selesaikanlah soal-soal berikut dengan baik dan tepat!
1. Sebuah segitiga ABC memiliki koordinat titik sudut di A(1, 2), B(4, 2), dan C(1, 6).
a. Tentukan koordinat bayangan titik-titik sudut tersebut jika segitiga ABC direfleksikan terhadap sumbu-y!
b. Gambarkan atau jelaskan posisi bangun datar baru tersebut pada bidang koordinat Kartesius.
2. Diketahui sebuah bangun segiempat ABCD memiliki koordinat titik sudut pada A(-1, -2), B(2, -3), C(6, 3), dan D(-4, 2).
a. Tentukan koordinat bayangan titik-titik sudut segiempat tersebut jika dilakukan transformasi tunggal berupa pencerminan (refleksi) terhadap sumbu-x!
b. Gambarkan atau jelaskan posisi bangun datar baru tersebut pada bidang koordinat Kartesius.
Kesimpulan
Refleksi
Penggunaan media visual (seperti kertas berpetak/koordinat atau aplikasi GeoGebra) sangat membantu murid yang memiliki gaya belajar visual untuk melihat perubahan posisi bangun datar secara langsung. Perlu memberikan lebih banyak latihan soal berbasis penalaran kontekstual dan memperkuat pemahaman konsep jarak titik asal ke garis cermin.
Catatan
Refleksi (pencerminan) adalah transformasi yang memindahkan setiap titik pada bangun dengan sifat jarak titik ke cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin. Gambarlah selalu bidang koordinat dengan benar dan tandai titik satu per satu agar tidak salah saat menghubungkan garis bangun datarnya.
IDENTITAS
Nama Guru : Endah Septasari
Mata Pelajaran : Matematika
Hari/Tanggal : Kamis/10 September 2026
Fase/Kelas : D/VIII
Materi : Relasi dan Fungsi
Pertemuan Ke : 3
Capaian Pembelajaran (CP) Umum :
Murid dapat memahami relasi dan fungsi (domain, kodomain, range) serta menyajikannya dalam bentuk diagram panah, tabel, himpunan pasangan berurutan, dan grafik
Tujuan Pembelajaran (TP) Umum :
Murid dapat memahami relasi dan fungsi (domain, kodomain, range) serta menyajikannya dalam bentuk diagram panah, tabel, himpunan pasangan berurutan, dan grafik
3. Murid dapat memahami korespondensi satu-satu
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :
Memasangkan benda-benda konkret yang memiliki hubungan berpasangan tepat satu-satu di dalam kelas
Menyajikan korespondensi satu-satu dalam berbagai bentuk diagram
Menghitung jumlah variasi pasangan yang mungkin terbentuk menggunakan rumus permutasi faktorial (n!).
Materi
- Apersepsi singkat
Assalamualaikum Wr. Wb.
- Jumlah anggota himpunan pertama dan himpunan kedua harus sama persis.
- Setiap anggota di himpunan A berpasangan dengan tepat satu anggota di himpunan B.
- Setiap anggota di himpunan B berpasangan dengan tepat satu anggota di himpunan A.
- Jika jumlah anggota himpunan \(n\), maka total susunan korespondensi satu-satu adalah n! (n faktorial).
- Contoh: Jika ada 4 anggota di setiap himpunan, totalnya adalah 4 x 3 x 2 x 1 = 24 cara.
- Warga negara Indonesia dengan nomor KTP (Kartu Tanda Penduduk) masing-masing.
- Nama negara di dunia dengan ibu kota resminya.
Media/Alat peraga: Video pembelajaran
Selesaikanlah soal-soal berikut dengan baik dan tepat!
1. Di antara diagram panah berikut, manakah yang menunjukkan korespondensi satu-satu dari himpunan P = {1, 2, 3} ke himpunan Q = {a, b, c}?
- (i) (1,a), (2, b), (3, c)
- (ii) (1, a), (2, a), (3, b)
- (iii) (1, b), (2, c), (3, a)
2. Jika jumlah anggota himpunan A adalah 4\ dan jumlah anggota himpunan B adalah 4, berapa banyak korespondensi satu-satu yang mungkin terjadi dari himpunan A ke B?
3. Manakah hubungan di bawah ini yang merupakan korespondensi satu-satu?
- Himpunan anak dengan himpunan ibu kandung mereka.
- Himpunan warga negara Indonesia dengan nomor KTP mereka.
- Himpunan warna lampu lalu lintas dengan keadaan lampunya.
4. Diketahui himpunan pasangan berurutan:
R = {(1, w), (2, x), (3, y), (4, z)}.Apakah himpunan R merupakan korespondensi satu-satu? Jelaskan!
Kesimpulan
Korespondensi satu-satu adalah fungsi khusus yang menghubungkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B, dan sebaliknya. Tidak boleh ada anggota yang jomblo (tidak mendapat pasangan) atau mendua (memiliki lebih dari satu pasangan) di kedua himpunan. Jumlah anggota kedua himpunan harus sama banyak n(A) = n(B).
Refleksi
Pemahaman Konsep:
Penggunaan diagram panah membantu murid memvisualisasikan aturan "tidak boleh bercabang dan tidak boleh ada yang kosong" secara visual dengan sangat baik. Memahami konsep ketika menggunakan analogi dunia nyata (seperti "satu orang hanya punya satu nomor sepatu" atau "satu kursi untuk satu orang").
Catatan
Tantangan yang Sering Dihadapi:
Mampu atau belum mengidentifikasi apakah sebuah relasi merupakan korespondensi satu-satu atau bukan melalui berbagai representasi (diagram panah, pasangan berurutan, grafik). Mampu atau belum menghitung jumlah rumus faktorial untuk menentukan banyak kemungkinan korespondensi satu-satu.