Rabu, 02 September 2026

Grade 7 n Grade 8

 IDENTITAS

Nama Guru : Endah Septasari

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal : Rabu/02 September 2026

Fase/Kelas : D/VII

Materi : Aljabar

Pertemuan Ke : 1

Capaian Pembelajaran (CP) Umum :

Menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar; menggunakan sifat-sifat operasi (komutatif, asosiatif, dan distributif) untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen.

Tujuan Pembelajaran (TP) Umum :

Murid dapat menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar
Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 1

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

Memahami variabel sebagai simbol pengganti nilai yang belum diketahui.
Menghubungkan variabel dengan operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian).
Menyusun kalimat matematika/aljabar dari situasi sehari-hari.

Materi

- Apersepsi singkat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini dapat bertemu bersama untuk belajar matematika. Selalu jaga kesehatan dan beribadah kepada Alloh SWT. Semoga selalu istiqomah dalam melaksanakan sholat dhuha dan sholat lima waktu.

- Akhlak Niat karena Allah
Belajar matematika bukan sekadar mencari nilai bagus atau pujian, melainkan untuk mengasah akal dan memahami keteraturan alam ciptaan-Nya.

- Materi singkat 

Bentuk aljabar adalah cara menyatakan masalah matematika menggunakan kombinasi huruf (variabel) dan angka (koefisien/konstanta).

  • Variabel: Huruf pengganti nilai yang belum diketahui pasti (contoh: x, y, a, dll).

  • Koefisien: Angka yang menyertai variabel/mengalikan variabel (contoh: pada 3x, 3 adalah koefisien).

  • Konstanta: Angka tetap yang berdiri sendiri tanpa variabel (contoh: pada 3x + 5, 5 adalah konstanta).

Kata Kunci Translasi Situasi ke Aljabar:

  • Tambah/Lebih dari/Total: Penjumlahan (+)

  • Kurang/Selisih/Sisa: Pengurangan (-)

  • Kali/Setiap/Masing-masing: Perkalian (x)

  • Bagi/Bagi rata: Pembagian (:)

Contoh:
Amel membeli 3 buah buku tulis dan 2 buah pensil. Jika harga satu buku tulis diwakili oleh x rupiah dan harga satu pensil diwakili oleh y rupiah, nyatakan total uang yang harus dibayar Amel ke dalam bentuk aljabar!
Jawab: 3x + 2y


Media/Alat peraga: Video, Proyektor

 

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan baik dan tepat!

1. Umur Vio saat ini adalah p tahun. Umur ayah Vio adalah 3 kali umur Vio ditambah 4 tahun. Tuliskan bentuk aljabar untuk umur ayah Vio!

2. Khaila memiliki uang tabungan sebesar Rp50.000. Ia membeli n buah es krim yang masing-masing harganya Rp4.000. Nyatakan sisa uang Khaila sekarang ke dalam bentuk aljabar!


Kesimpulan

Pembelajaran bentuk aljabar berfungsi sebagai pemutus jarak antara matematika abstrak dengan dunia nyata. Murid diajak memahami bahwa huruf (x, y, a, b) bukan sekadar simbol, melainkan nilai variabel kontekstual (seperti harga barang atau jumlah transaksi)Penguasaan materi dimulai dari pemodelan satu variabel sederhana (monomial), penambahan konstanta/potongan harga (binomial), hingga situasi kompleks dengan dua variabel atau pengurangan sisa uang.

Refleksi

Murid memahami angka dan harga barang yang belum diketahui nilainya bisa kita ganti dengan huruf/variabel agar hitungannya lebih ringkas. Bisa membedakan kapan suatu angka berperan sebagai koefisien (pengkali variabel) dan kapan berperan sebagai konstanta (berdiri sendiri/tetap).Aljabar menjadi lebih gampang dipahami ketika dihubungkan langsung dengan kegiatan belanja atau tabungan sehari-hari.

Catatan

Sebagian besar murid berhasil/tidak mengidentifikasi variabel dari situasi nyata. Namun, pada situasi pengurangan/penjumlahan (seperti sisa uang/saldo), beberapa murid masih terbalik dalam menyusun urutannya



IDENTITAS

Nama Guru : Endah Septasari

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal : Rabu/02 September 2026

Fase/Kelas : D/VIII

Materi :  Relasi dan Fungsi

Pertemuan Ke : 1

Capaian Pembelajaran (CP) Umum :

Murid dapat memahami relasi dan fungsi (domain, kodomain, range) serta menyajikannya dalam bentuk diagram panah, tabel, himpunan pasangan berurutan, dan grafik

Tujuan Pembelajaran (TP) Umum :

Murid dapat memahami relasi
Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 1

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

Murid dapat menjelaskan pengertian relasi melalui situasi kontekstual kehidupan sehari-hari (misal: hobi, makanan favorit, mata pelajaran).

Murid mampu menyajikan suatu relasi dalam bentuk Diagram Panah, Himpunan Pasangan Berurutan, dan Diagram Kartesius.

Murid dapat menentukan aturan relasi dari dua himpunan dan menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan relasi.

Materi

- Apersepsi singkat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini dapat bertemu bersama untuk belajar matematika. Selalu jaga kesehatan dan beribadah kepada Alloh SWT. Semoga selalu istiqomah dalam melaksanakan sholat dhuha dan sholat lima waktu.

- Akhlak Niat karena Allah
Belajar matematika bukan sekadar mencari nilai bagus atau pujian, melainkan untuk mengasah akal dan memahami keteraturan alam ciptaan-Nya.

- Materi singkat 

Relasi adalah hubungan antara anggota himpunan pertama (Domain/Asal) dengan anggota himpunan kedua (Kodomain/Kawan).

Pengertian Dasar
  • Domain: Daerah asal atau seluruh anggota himpunan pertama yang memuat pasangan.
  • Kodomain: Daerah kawan atau seluruh anggota himpunan kedua.
  • Range: Daerah hasil atau anggota kodomain yang benar-benar mendapat pasangan dari domain. 

Bentuk Penyajian Relasi

  1. Diagram Panah: Menghubungkan titik asal ke titik tujuan menggunakan tanda panah.

  2. Himpunan Pasangan Berurutan: Ditulis dalam format {(a1, b1), (a2, b2)}.

  3. Diagram Kartesius: Sumbu horizontal (X) mewakili himpunan asal, sumbu vertikal (Y) mewakili himpunan kawan.

Contoh

Diketahui himpunan A = {Bela, Ade, Ana} dan himpunan B = {Matematika, IPA, IPS}.

Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah "pelajaran yang disukai":

  • Bela menyukai Matematika dan IPA.

  • Ade menyukai Matematika.

  • Ana menyukai IPS.

Sajikan relasi tersebut dalam bentuk Himpunan Pasangan Berurutan!

Jawaban:

{(Bela), (Matematika), (Bela, IPA), (Ade, Matematika), (Ana, IPS)}



Media/Alat peraga: 


Selesaikanlah soal-soal berikut dengan baik dan tepat!

1. Diketahui himpunan A = {1, 2, 3, 4} dan himpunan B = {2, 4, 6, 8}. Jika relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah "setengah dari", tentukan himpunan pasangan berurutannya!

2. Diketahui himpunan P = {2, 3, 4} dan Q = {4, 9, 16}. Relasi dari P ke Q yang menghubungkan angka-angka tersebut adalah "akar dari" atau "kuadrat dari"?


Kesimpulan

Aturan yang menghubungkan atau memetakan anggota satu himpunan (domain) ke anggota himpunan lainnya (kodomain). Berbeda dengan fungsi, relasi tidak memiliki aturan mengikat. Satu anggota domain boleh dipasangkan dengan lebih dari satu anggota kodomain, atau bahkan tidak memiliki pasangan sama sekali.


Refleksi

Pemahaman Konsep: Apakah saya sudah bisa membedakan antara domain, kodomain, dan range dalam suatu diagram?

Keterampilan: Metode penyajian relasi mana yang paling mudah saya pahami (Diagram Panah, Pasangan Berurutan, atau Kartesius)? Mengapa?

Penerapan: Dapatkah saya menemukan contoh relasi lain yang ada di kehidupan sehari-hari (selain makanan favorit atau hobi)?


Catatan

Tantangan yang Sering Dihadapi:

Ketelitian dalam  membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda atau saat membandingkan pecahan biasa langsung dengan bilangan desimal.

Senin, 31 Agustus 2026

Grade 9 n Grade 7 Math

IDENTITAS

Nama Guru : Endah Septasari

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal : Senin, 31 Agustus 2026

Fase/Kelas : D/IX

Materi : Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

Pertemuan Ke : 9

Capaian Pembelajaran (CP) Umum :

Membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, bilangan dalam notasi ilmiah

Tujuan Pembelajaran (TP) Umum :

Murid dapat membaca, menulis, dan membandingkan bulat dan akar, bilangan dalam notasi ilmiah
- Murid dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan dalam notasi ilmiah
Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 9

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

Memahami Konsep Dasar Bilangan Berpangkat.
Menuliskan Bilangan ke dalam Notasi Ilmiah
Membaca dan Menginterpretasikan Notasi Ilmiah
Membandingkan Bilangan dalam Notasi Ilmiah
 

Materi

- Apersepsi singkat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini dapat bertemu bersama untuk belajar matematika. Selalu jaga kesehatan dan beribadah kepada Alloh SWT. Semoga selalu istiqomah dalam melaksanakan sholat dhuha dan sholat lima waktu.

- Akhlak Niat karena Allah
Belajar matematika bukan sekadar mencari nilai bagus atau pujian, melainkan untuk mengasah akal dan memahami keteraturan alam ciptaan-Nya.

- Materi singkat 
Notasi Ilmiah adalah cara ringkas untuk menuliskan bilangan yang sangat besar atau sangat kecil agar lebih mudah dibaca dan dikelola.
Ditulis sebagai a x 10n, dengan ketentuan 1 ≤ lal < 10  adalah bilangan bulat.
Membaca dan Menulis Bilangan:
Bilangan besar (menggunakan pangkat positif pada basis 10), contohnya (45.000.000 = 4,5 x 107).
Bilangan kecil atau mendekati nol (menggunakan pangkat negatif pada basis 10), contohnya (0,0002 = 2 x 10-4)

Membandingkan Bilangan: Membandingkan besar kecilnya dua nilai yang ditulis dalam bentuk notasi ilmiah dengan melihat nilai eksponen (n) atau koefisiennya (a) terlebih dahulu.



Media/Alat peraga: Video, Proyektor

 

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan baik dan tepat!

1. Ubahlah 450.000 ke dalam bentuk notasi ilmiah!

2. Tuliskan nilai dari 3,2 x 10-3 dalam bentuk bilangan biasa!

3. Manakah yang lebih besar antara 2,5 x 106 dan 5,1 x 105

Kesimpulan

Notasi Ilmiah adalah cara ringkas untuk menuliskan bilangan yang sangat besar atau sangat kecil agar lebih mudah dibaca dan dikelola. Bilangan besar (menggunakan pangkat positif pada basis 10). Bilangan kecil atau mendekati nol (menggunakan pangkat negatif pada basis 10).

Refleksi

Penggunaan contoh benda nyata di alam semesta (seperti jarak bintang atau ukuran sel) membuat murid lebih mudah memahami fungsi praktis dari notasi ilmiah. Latihan soal terbimbing membantu murid yang awalnya kesulitan menghitung pergeseran tanda desimal.

Catatan

Menentukan kapan pangkat bernilai positif atau negatif sering mengecoh. Murid kerap terbalik dalam menghitung jumlah pergeseran koma desimal.



IDENTITAS

Nama Guru : Endah Septasari

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal : Senin, 31 Agustus 2026

Fase/Kelas : D/VII

Materi : Bilangan Rasional 

Pertemuan Ke : 11

Capaian Pembelajaran (CP) Umum :

Membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, bilangan dalam notasi ilmiah

Tujuan Pembelajaran (TP) Umum :

Murid dapat membaca, menulis, dan membandingkan bilangan rasional
Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 11

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

Mengidentifikasi dan menyatakan pengertian bilangan rasional (mengubah pecahan biasa/campuran ke bentuk desimal dan sebaliknya).

Membaca dan menuliskan lambang bilangan rasional dalam berbagai bentuk (pecahan dan desimal).

Membandingkan dan mengurutkan beberapa bilangan rasional (baik positif maupun negatif).

Materi

- Apersepsi singkat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini dapat bertemu bersama untuk belajar matematika. Selalu jaga kesehatan dan beribadah kepada Alloh SWT. Semoga selalu istiqomah dalam melaksanakan sholat dhuha dan sholat lima waktu.

- Akhlak Niat karena Allah
Belajar matematika bukan sekadar mencari nilai bagus atau pujian, melainkan untuk mengasah akal dan memahami keteraturan alam ciptaan-Nya.

- Materi singkat 
dapat kita ingat kembali dalam video pada link berikut

Media/Alat peraga: Video, LKM

- Post tes soal diberikan pada lembar kerja murid


Kesimpulan

Pecahan adalah suatu bilangan yang merupakan hasil bagi antara bilangan bulat dan bilangan asli dimana bilangan yang dibagi (pembilang) nilainya lebih kecil dari bilangan pembaginya (penyebut).
Operasi hitung campuran pada pecahan adalah pengerjaan hitung bilangan pecahan yang melibatkan lebih dari satu jenis operasi dasar.


Refleksi

Penerapan dalam Kehidupan Nyata:

Penggunaan soal cerita bertema makanan, berat benda, dan ukuran panjang terbukti mempermudah murid membayangkan konsep abstrak pecahan dan desimal. Guru perlu mewaspadai miskonsepsi pada perbandingan desimal (seperti menganggap 0,45 lebih besar dari 0,5 karena angka 45 lebih besar dari 5. Strategi menyamakan jumlah digit di belakang koma harus ditekankan kembali pada pembelajaran berikutnya.


Catatan

Tantangan yang Sering Dihadapi:

Ketelitian dalam  membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda atau saat membandingkan pecahan biasa langsung dengan bilangan desimal.

Kamis, 27 Agustus 2026

Grade 9 n Grade 8 Math


IDENTITAS

Nama Guru : Endah Septasari

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal : Kamis, 27 Agustus 2026

Fase/Kelas : D/IX

Materi : Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

Pertemuan Ke : 8

Capaian Pembelajaran (CP) Umum :

Membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, bilangan dalam notasi ilmiah

Tujuan Pembelajaran (TP) Umum :

Murid dapat membaca, menulis, dan membandingkan bulat dan akar, bilangan dalam notasi ilmiah
- Murid dapat merasionalkan penyebut bentuk akar
Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 7

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

Tujuan Pembelajaran (TP)
Peserta didik memahami konsep bilangan rasional dan irasional pada penyebut pecahan.
Peserta didik dapat merasionalkan bentuk pecahan  dengan mengalikan pembilang dan penyebut dengan penyebut akar.
Peserta didik dapat merasionalkan bentuk pecahan dengan penyebut aljabar akar seperti menggunakan sekawan. 

Materi

- Apersepsi singkat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini dapat bertemu bersama untuk belajar matematika. Selalu jaga kesehatan dan beribadah kepada Alloh SWT. Semoga selalu istiqomah dalam melaksanakan sholat dhuha dan sholat lima waktu.

- Akhlak Niat karena Allah
Belajar matematika bukan sekadar mencari nilai bagus atau pujian, melainkan untuk mengasah akal dan memahami keteraturan alam ciptaan-Nya.

- Materi singkat 
Merasionalkan penyebut bentuk akar adalah cara mengubah penyebut pecahan dari bentuk irasional menjadi rasional.
Caranya adalah mengalikan pembilang dan penyebut dengan bentuk akar yang sama atau dengan sekawannya.
Bentuk-Bentuk Merasionalkan Penyebut Akar









































Video: 
merasionalkan penyebut 1
merasionalkan penyebut 1

Media/Alat peraga: Video, Proyektor

- Post tes 

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan baik dan tepat!

1. 



2. 






Kesimpulan

Merasionalkan penyebut berarti menghilangkan tanda akar di bagian bawah (penyebut) suatu pecahan tanpa mengubah nilai pecahan tersebut. Prinsip Dasarnya mengalikan pembilang dan penyebut dengan bentuk sekawan atau akar yang sesuai, sehingga penyebutnya menjadi bilangan rasional (bilangan bulat). terdapat tiga Bentuk Utama & Cara Penyelesaiannya.


Refleksi

Pemahaman Konsep murid menyadari bahwa tanda akar di penyebut membuat nilai sulit dibayangkan atau dibagi secara manual, sehingga merasionalkan bentuk akar membuat angka lebih "rapi".

Catatan

Ketelitian sangat diuji saat menentukan bentuk sekawan, terutama pada tanda positif (+) dan negatif (-) serta saat mengalikan suku-suku aljabar (metode pelangi/distributif).




IDENTITAS

Nama Guru : Endah Septasari

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal : Kamis, 27 Agustus 2026

Fase/Kelas : D/VIII

Materi : Pola Bilangan 

Pertemuan Ke : 9

Capaian Pembelajaran (CP) Umum :

Mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi pola dalam bentuk susunan benda dan bilangan

Tujuan Pembelajaran (TP) Umum :

Peserta didik dapat mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi pola dalam  bentuk susunan benda(obyek) dan pola bilangan
Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 9

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

mendeskripsikan aturan perubahan pada susunan benda/objek konkret

meneruskan dan memprediksi bentuk/banyaknya benda pada suku-suku awal berikutnya dari suatu susunan objek yang diberikan

mentransformasikan barisan susunan benda ke dalam barisan bilangan serta menentukan aturan polanya

Materi

- Apersepsi singkat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini dapat bertemu bersama untuk belajar matematika. Selalu jaga kesehatan dan beribadah kepada Alloh SWT. Semoga selalu istiqomah dalam melaksanakan sholat dhuha dan sholat lima waktu.

- Akhlak Niat karena Allah
Belajar matematika bukan sekadar mencari nilai bagus atau pujian, melainkan untuk mengasah akal dan memahami keteraturan alam ciptaan-Nya.

- Materi singkat mengulas kembali barisan deret aritmetika dan geometri
Barisan adalah urutan bilangan dengan pola tertentu, sedangkan deret adalah penjumlahan dari suku-suku barisan tersebut.
Aritmetika
Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang memiliki selisih atau beda (b) tetap antara dua suku yang berurutan. Selisih ini didapat dari pengurangan suku ke-n dengan suku sebelumnya Un - Un-1.
Rumus Suku ke-n Un: Un=a+(n-1)b
(Keterangan: a = U₁ atau suku pertama, b = beda/selisih, n = urutan suku)
Deret aritmetika adalah jumlah dari suku-suku yang ada pada barisan aritmetika. Dilambangkan dengan Sn (jumlah n suku pertama).
Rumus Jumlah n Suku Pertama Sn:
Sn=n/2(2a+(n-1)b) atau Sn=n/2(a+Un)

Geometri

Barisan geometri adalah pola bilangan yang memiliki perbandingan atau rasio tetp antar dua sukuyang berurutan, sedangkan deret geometri adalah penjumlahan dari suku-suku barisan tersebut.

Barisan Geometri: Urutan angka di mana setiap suku berikutnya dikali atau dibagi dengan angka tetap yang sama. Angka tetap ini disebut rasio (r).

Rumus Suku ke-n (Un):   Un= a r^{n-1}

Keterangan:

a = suku pertama 

r = rasio (U2/U1)

n = posisi suku


Deret Geometri: Penjumlahan dari suku-suku barisan geometri.

Video: https://www.youtube.com/watch?v=-USLbx0Yx8s&t=647

Media/Alat peraga: Video, LKM, Proyektor

- Post tes soal diberikan pada lembar kerja murid


Kesimpulan

Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang memiliki selisih atau beda (b) tetap antara dua suku yang berurutan. Selisih ini didapat dari pengurangan suku ke-n dengan suku sebelumnya Un - Un-1. Deret aritmetika adalah jumlah dari suku-suku yang ada pada barisan aritmetika. Dilambangkan dengan Sn (jumlah n suku pertama).

Barisan geometri adalah pola bilangan yang memiliki perbandingan atau rasio tetp antar dua sukuyang berurutan, sedangkan deret geometri adalah penjumlahan dari suku-suku barisan tersebut.


Refleksi

Penerapan dalam Kehidupan Nyata:

Materi aritmetika sering terlihat pada perhitungan menabung dengan jumlah tetap tiap bulan atau pola kursi di bioskop. Materi geometri sangat berguna untuk menghitung pertumbuhan populasi bakteri.


Catatan

Tantangan yang Sering Dihadapi:

Ketelitian dalam membedakan kapan suatu soal menggunakan konsep aritmetika (selisih) atau geometri (rasio). Menghitung nilai pangkat yang besar pada barisan geometri.