Senin, 07 September 2026

Grade 9 n Grade 7 Math

 IDENTITAS

Nama Guru : Endah Septasari

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal : Senin, 07 September 2026

Fase/Kelas : D/IX

Materi : Transformasi Geometri

Pertemuan Ke : 1

Capaian Pembelajaran (CP) Umum :

Murid dapat melakukan transformasi tunggal (refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi) titik, garis, dan bangun datar pada bidang koordinat Kartesius dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah.

Tujuan Pembelajaran (TP) Umum :

Murid dapat melakukan transformasi tunggal (refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi) titik, garis, dan bangun datar pada bidang koordinat Kartesius dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah.

1. Murid dapat melakukan transformasi tunggal refleksi titik dan garis pada bidang koordinat Kartesius dan menggunakannya untuk menyelesaikan masalah.

Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 1

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

Memahami Konsep Dasar Refleksi (Murid dapat mengidentifikasi sifat-sifat bayangan hasil refleksi)
Melakukan Refleksi pada Titik di Bidang Kartesius (Murid dapat menentukan koordinat bayangan titik hasil refleksi)

Materi

- Apersepsi singkat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini dapat bertemu bersama untuk belajar matematika. Selalu jaga kesehatan dan beribadah kepada Alloh SWT. Semoga selalu istiqomah dalam melaksanakan sholat dhuha dan sholat lima waktu.

- Akhlak Niat karena Allah
Belajar matematika bukan sekadar mencari nilai bagus atau pujian, melainkan untuk mengasah akal dan memahami keteraturan alam ciptaan-Nya.

- Materi singkat 
Refleksi adalah jenis transformasi geometri yang memindahkan setiap titik pada suatu objek (titik, garis, atau bangun datar) menggunakan sifat bayangan cermin.
Sifat-sifat:
  • Jarak dari titik asal ke cermin sama dengan jarak dari cermin ke titik bayangan.
  • Posisi garis yang menghubungkan titik asal dan bayangannya selalu tegak lurus dengan garis cermin.
  • Bentuk dan ukuran objek asli tidak berubah (kongruen) setelah dicerminkan.
Jenis-Jenis Garis Cermin pada Koordinat Kartesius dan Rumusnya
Jika sebuah titik awal A(x, y) direfleksikan terhadap suatu cermin, koordinat bayangannya A'(x', y') dirumuskan sebagai berikut:



Media/Alat peraga: Video pembelajaran

 

Selesaikanlah soal-soal berikut dengan baik dan tepat!

Sebelum menjawab soal-soal berikut, silahkan tuliskan di kolom komentar pada postingan blogger ini perasaan yang kamu rasakan saat belajar tentang refleksi secara daring karena kondisi alam yang terjadi!

1. Titik (A(3, 5) dicerminkan terhadap sumbu-X. Tentukan koordinat bayangan titik A.

2. Titik B(-4, 2) dicerminkan terhadap sumbu-Y. Tentukan koordinat bayangan titik B.

3. Titik C(2, -6) dicerminkan terhadap garis y = x. Tentukan koordinat bayangan titik C.

4. Titik D(3, 4) dicerminkan terhadap garis y = 2. Tentukan koordinat bayangan titik D.


Kesimpulan

Refleksi adalah transformasi yang memindahkan setiap titik pada bangun geometri dengan sifat pencerminan (jarak ke cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin). Murid mampu menerapkan rumus atau aturan matematis pencerminan pada sumbu X, sumbu Y, garis y = x, garis y = -x, serta garis x = h dan y = k pada bidang koordinat. Murid dapat menggunakan konsep refleksi ini untuk memecahkan masalah kontekstual, seperti desain pola, pemetaan koordinat, atau menentukan posisi bayangan benda.

Refleksi

Diharapkan sebagian besar murid aktif berlatih dan memahami pola perubahan koordinat (misalnya, pencerminan terhadap sumbu X mengubah (x, y) menjadi (x, -y).

Catatan

Biasanya beberapa murid masih sering keliru dalam menentukan tanda positif (+) dan negatif (-) saat mencerminkan titik terhadap garis tertentu (seperti garis y = -x atau garis x = h.






IDENTITAS

Nama Guru : Endah Septasari

Mata Pelajaran : Matematika

Hari/Tanggal : Senin, 07 September 2026

Fase/Kelas : D/VII

Materi : Aljabar

Pertemuan Ke : 2

Capaian Pembelajaran (CP) Umum :

Menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar; menggunakan sifat-sifat operasi (komutatif, asosiatif, dan distributif) untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen.

Tujuan Pembelajaran (TP) Umum :

Murid dapat menggunakan sifat-sifat operasi (komutatif, asosiatif, dan distributif) untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen.
2. Murid dapat menggunakan sifat-sifat operasi penjumlahan dan pengurangan untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen.
Tujuan Pembelajaran (TP) Nomor : 2

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) :

Pengenalan Konsep Dasar Aljabar

Penerapan Sifat Komutatif (contoh: (a + b = b + a)

Penerapan Sifat Asosiatif (contoh: (a + b) + c = a + (b + c)

Materi

- Apersepsi singkat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini dapat bertemu bersama untuk belajar matematika. Selalu jaga kesehatan dan beribadah kepada Alloh SWT. Semoga selalu istiqomah dalam melaksanakan sholat dhuha dan sholat lima waktu.

- Akhlak Niat karena Allah
Belajar matematika bukan sekadar mencari nilai bagus atau pujian, melainkan untuk mengasah akal dan memahami keteraturan alam ciptaan-Nya.

- Materi singkat 
1. Sifat Komutatif (Pertukaran)
Sifat komutatif menyatakan bahwa perubahan urutan pada penjumlahan tidak mengubah hasil akhirnya. Sifat ini berlaku pada penjumlahan aljabar.
  • Rumus: a + b = b + a
  • Contoh pada Aljabar:
    3x + 5 = 5 + 3x
    Bentuk 3x + 5 ekuivalen dengan 5 + 3x
  • 2. Sifat Asosiatif (Pengelompokan)
    Sifat asosiatif menyatakan bahwa cara pengelompokan suku-suku pada penjumlahan tidak mengubah hasil akhir.
    • Rumus: (a + b) + c = a + (b + c)
    • Contoh pada Aljabar:
      (2x + 3x) + 4 = 2x + (3x + 4)
      5x + 4 = 2x + (3x + 4)
      Kedua bentuk aljabar tersebut ekuivalen.

    Media/Alat peraga: Video pembelajaran


    Selesaikanlah soal-soal berikut dengan baik dan tepat!

    Sebelum menjawab soal-soal berikut, silahkan tuliskan di kolom komentar pada postingan blogger ini perasaan yang kamu rasakan saat belajar tentang refleksi secara daring karena kondisi alam yang terjadi!

    1. Sederhanakan bentuk aljabar 3x + 5 + 2x - 3 menjadi bentuk yang ekuivalen.

    2. Sederhanakan bentuk (2x + 4x) + 3x menggunakan sifat asosiatif.


    Kesimpulan

    Bentuk aljabar baru yang bernilai sama dengan bentuk asal meskipun susunan atau tampilannya berbeda. Sifat Komutatif (Pertukaran): Berlaku pada penjumlahan (\(a + b = b + a\)) untuk menukar letak suku tanpa mengubah hasil. Sifat Asosiatif (Pengelompokan): Berlaku pada penjumlahan (\((a + b) + c = a + (b + c)\)) untuk mengubah tanda kurung pengelompokan suku.


    Refleksi

    Penerapan dalam Kehidupan Nyata:

    Murid memahami bahwa bentuk aljabar yang berbeda bisa memiliki nilai yang sama persis jika diuraikan menggunakan sifat-sifat operasi hitung. Murid terampil menukar urutan atau mengelompokkan suku aljabar yang memiliki variabel sama agar lebih mudah dihitung.

    Catatan

    Penjumlahan dan pengurangan aljabar hanya dapat disederhanakan pada suku-suku yang memiliki variabel sama (suku sejenis) 

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar