Matematika Kelas VIII
SPLDV
Pertemuan 2
Elemen Aljabar
Media/alat peraga: Laptob dan LCD
Capaian Pembelajaran
Peserta didik dapat menyelesaikan sistem persaman linear dua variabel melalui beberapa cara untuk penyelesaian masalah.
Mengenal sistem persaman linear dua variabel dengan metode eliminasi
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selalu jaga kesehatan dan beribadah kepada Alloh SWT. Semoga selalu istiqomah dalam melaksanakan sholat dhuha dan sholat lima waktu.
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)
SPLDV ini biasanya digunakan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari yang membutuhkan penggunaan Matematika, seperti menentukan harga suatu barang, mencari keuntungan penjualan, sampai menentukan ukuran suatu benda
Langkah-Langkah untuk Menyelesaikan Masalah dengan SPLDV
1. Mengganti setiap besaran yang ada di masalah tersebut dengan variabel (biasanya dilambangkan dengan huruf atau simbol).
2. Membuat model Matematika dari masalah tersebut. Model Matematika ini dirumuskan mengikuti bentuk umum SPLDV.
3. Mencari solusi dari model permasalahan tersebut dengan menggunakan metode penyelesaian SPLDV.
Metode Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)
Terdapat 4 metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan SPLDV, di antaranya metode g
rafik, metode eliminasi, metode substitusi, dan metode campuran.
1. Metode Grafik
Langkah-langkah dalam mengerjakan penyelesaian SPLDV dengan metode grafik adalah;
· Pertama kita tentukan koordinat titik potong dari kedua persamaan terhadap sumbu x dan sumbu y. Kemudian kita gambar grafik dari kedua persamaan pada bidang cartesius.
· Kedua, jika kedua garis berpotongan pada satu titik, maka HP (himpunan penyelesaiannya memiliki 1 anggota, jika kedua garis terletak sejajar, maka HPnya tidak memiliki anggota sama sekali, atau disimbolkan dengan O-, sedangkan jika kedua garis saling berhimpit, maka HPnya memiliki anggota yang infinite atau tidak terhingga banyaknya.
Contoh soal :
Tentukan himpunan penyelesaian (HP) dari persamaan
2x – y = 0
x + y = 3
Dengan menggunakan metode grafik!
Jawab:
· Garis 2x – y = 0
Titik potong sumbu X → y = 0
2x – y = 0
2x – 0 = 0
2x = 0
x = 0
Berarti titik potong sumbu X adalah (0,0)
Lalu titik potong sumbu Y → x = 0
2x – y = 0
2(0) – y = 0
0 – y = 0
y = 0
Berarti titik potong sumbu Y juga (0,0).
Nah jika dilihat, titik potong pada kedua sumbu jatuh pada (0,0). Gak mungkin dong kita bisa bikin grafik kalau sumbu keduanya ada di titik (0,0)? Nah kita tinggal ambil x = 1 terus cari nilai y dengan masukkin nilai x = 1 ke persamaan 2x – y = 0.
2x – y = 0
2(1) – y = 0
Lalu pindahkan y ke ruas kanan, maka 2 = y
Dengan begitu, garis melalui titik (1, 2). Kita tinggal hubungkan titik (0, 0) dan titik (1, 2).
· Garis x + y = 3
Titik potong sumbu X → y = 0
x + y = 3
x + 0 = 3
x = 3
Maka titik potong sumbu X adalah (3, 0)
Titik potong sumbu Y → x = 0
x + y = 3
0 + y = 3
y = 3
Maka titik potong sumbu Y adalah (0, 3)
Sekarang hubungkan titik (3, 0) dan (0, 3) seperi gambar dibawah ini:
Grafik Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Dapat kita lihat bahwa kedua garis berpotongan di titik (1, 2), maka dari itu bisa disimpulkan bahwa HP atau himpunan penyelesaian dari kedua persamaan diatas adalah {(1, 2)}.
2. Metode Eliminasi
Penyelesaian SPLDV menggunakan
metode eliminasi adalah dengan menghapus atau menghilangkan salah satu variabel
dalam persamaan tersebut. Misal, variabel dalam persamaan adalah a dan b, nah
untuk mencari nilai a, kita harus menghilangkan b terlebih dahulu, begitu juga
sebaliknya.
Contoh
Tentukan himpunan penyelesaian dari x + y = 1 dan x + 5y = 5.
Penyelesaian dengan metode eliminasi
Eliminasi variabel x
x + y = 1
x + 5y = 5
dikurangkan maka
4y = 4
y = 1
Eliminasi variabel y
x + y = 1
x + 5y = 5
dikalikan supaya koefisien y sama besar
5x + 5y = 5
x + 5y = 5
Dikurangkan
4x = 0
x = 0
maka HP {0, 1}
Matematika Kelas IX
Transformasi Geometri
Pertemuan 14
Elemen Geometri
Media/alat peraga: Laptob dan LCD
Capaian Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat melakukan transformasi tunggal dilatasi
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selalu jaga kesehatan dan beribadah kepada Alloh SWT. Semoga selalu istiqomah dalam melaksanakan sholat dhuha dan sholat lima waktu.
Rotasi
Secara umum, rotasi suatu titik dibagi menjadi dua, yakni rotasi terhadap titik pusat (0,0) dan rotasi terhadap titik (a,b).
Titik Asal | Rotasi | Titik Bayangan |
(x,y) | (0,90°) | (-y,x) |
(x,y) | (0,-90°) | (y,-x) |
(x,y) | (0,180°) | (-x,-y) |
(x,y) | (0,-180°) | (-x,-y) |
(x,y) | (0,270°) | (y,-x) |
(x,y) | (0,-270°) | (-y,x) |
Dilatasi
Rumus dilatasi tititk P (x, y) dengan titik pusat O(0, 0) dan faktor skala K.
P(x, y) = P'(Kx, Ky)
Rumus dilatasi tititk P (x, y) dengan titik pusat (a, b) dan faktor skala K.
1. Titik P (2, 1) dicerminkan terhadap sumbu Y, maka P' adalah...
2. Titik A (7, -6) ditranslasikan oleh T = (-2, 4), maka koordinat titik A’ adalah...
3. Titik P (8, 5) dirotasikan sejauh 900 terhadap titik pusat O (0, 0). Nilai P' adalah...
4. Titik Q (3,
-6) didilatasi terhadap titik pusat M (-2, 3) dengan faktor skala 2, maka bayangan
titik Q adalah...
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar