Matematika
Kelas VII
Himpunan
Matematika
Kelas VII
Himpunan
Bahasa lampung
Kelas IX
Assalamualaikum...
Kelas VIII
Assalamualaikum...
Nuwou Lepuk
Di zaman modern ejo, ngeguwai pola
pikigh masyarakat guwai nutuki perkembangan zaman sai semakin berkembang.
Perkembangan ejo keliwat dirasako oleh penduduk asli Lappung. Kebudayaan
masyarakat Lappung sai dijaga hingga tano bertujuan guwai ngejaga pelestarian
budaya daerah supaya makwat punah dan tentu gawoh ngejadi kebanggan daerah,
salah saino iyulah nuwou adat sai pagun dipertahanko oleh sebagian masyarakat
asli Lappung.
Seturut perkembangan zaman, nuwou
pok tinggal bagi masyarakat asli Lappung mulai bergeser jamo model nuwou sai
didiami oleh masyarakat Lampung jamo umumno. Hal ejo ternah anjak masyarakat Lappung
sai mulai ngebangun gedung semi permanen.
Sejak masa selakkung perang dunia
kewo nuwou-nuwou di zaman tano nayah didighiko oleh masyarakat Lappung, nuwou
tersebut dikenal oleh masyarakat Lappung jamo istilah Nuwou Lepuk. Bangunan
nuwou eno berukuran 8 x 12 m dan terdapok bughi dapugh di bagian bughi atau
samping. Nuwou eno makwat ngegunako tiang, diguwai secara semi permanen,
dindingno setengah bata dan papan atau jamo semen seunyinno.
Struktur pembidangan nuwou sebagai berikut:
1. ngegunako
beghanda bughi,
2. ruang tengah,
3.kamar tidur,
4.beghanda
bagian bughi atau beghanda pok pertemuan muli dan meghanai,
5.dapugh.
Dilom ngedighiko nuwou pagun nayah dilakuko oleh masyarakat guwai ngeguwai sedekahan selamatan dan pemasangan sesajian, hal ejo dimaksudko supayo nuwou tersebut dapok ngeneiko keselamatan dan kedamaian bagi penghunino.
Wacana
ghik alih bahasa Ina Ai
Ayo Berlatih!
Terjemahkan wacana diatas jangan lupa tulis nama.
kirimkan tugas ke wa ibu. terimakasih.
wassalamualaikum.
Kelas VII
Assalamualaikum...
Contoh teka-teki 1
O: Ngemik enap lain punyeu, bepayung lain rajo. Nyokidah?
A: Ngemik enap lain iwa, bepayung lain ghaja. Apikidah?
‘bersisik bukan ikan,
berpayung bukan raja. Apakah itu?’
Jawaban: O: nenas A: nyanyas ‘nanas’
Contoh teka-teki 2
O: Mengan sekalei, beteng betahhun-tahhun. Nyokidah?
A: Mengan sekali, betong betahhun-tahhun. Apikidah?
‘Makan
sekali, kenyang bertahun-tahun. Apakah itu?
Jawaban: O: lunan A: battal ‘bantal’
Contoh teka-teki 3
O: Kelapo sai di tengah lawet. Nyokidah?
A: Kelapa sai di tengah lawok. Apikidah?
‘Kelapa
yang di tengah laut. Apakah itu?
Jawaban: kenawat ‘rembulan’
Contoh teka-teki 4
O: Nganak meno mangi meteng. Nyokidah?
A: Nganak mena maghi ngandung. Apikidah?
‘Setelah
beranak, baru ia mengandung. Apakah itu?’
Jawaban: o: paghei A: paghi ‘padi’
Contoh teka-teki 5
O: Ngedimung-dimung tegattung, ngemik anak lain ijan.
Nyokidah?
A: Ngedimung-dimung tegattung, ngemik anak lain ijan.
Apikidah?
‘Berjuntai-juntai tergantung, mempunyai anak, bukan
tangga. Apakah itu?’
Jawaban:
petagh di batang ‘petai di batang’
wassalamualaikum.
Matematika
Kelas VII
Bilangan
menyatakan masalah sehari-hari dalam bentuk himpunan dan mendata
anggotanya.
Himpunan adalah kumpulan objek-objek yang dapat
didefinisikan dengan jelas dan terukur sehingga dapat diketahui termasuk atau
tidaknya di dalam himpunan tertentu. Jadi, himpunan anggotanya sudah jelas ya. Tetapi ada
juga yang disebut bukan himpunan. Kalau bukan himpunan berarti anggotanya tidak
dapat ditentukan secara jelas dan tidak dapat diukur. Kamu bisa lihat contohnya
dibawah ini ya.
Contoh Himpunan:
Contoh Bukan Himpunan:
Misalnya kamu sudah tahu nih bahwa
himpunan bilangan-bilangan prima antara 10 dan 40 adalah 11, 13, 17, 19, 23,
29, 31, 37. Lalu, bagaimana ya caranya menyatakan suatu himpunan? Ternyata ada
berbagai cara untuk menuliskan atau menyatakan himpunan-himpunan tersebut.
Himpunan dapat dinyatakan dalam 3 bentuk yaitu dengan kata-kata, dengan notasi
pembentuk himpunan, dan dengan mendaftarkan anggota-anggotanya.
Aturan Cara Penulisan:
Matematika
Kelas VII
Bilangan
Silahkan klik link berikut ya anak sholeh sholehah.
semoga dimudahkan oleh Alloh SWT.
https://forms.gle/fRYn4svcXjK2A8su8
Jangan lupa absen ya dgrup. Terimakasih.
Wassalamualikum...
Bahasa lampung
Kelas IX
Assalamualaikum...
LAMBANG DAERAH PROVINSI LAMPUNG
Lampung merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Daerahnya begitu strategis kaena merupakan lintasan dari beberapa Provinsi. Lampung mempunyai lambang daerah yang disebut dengan “Sang Bumi Ruwa Jurai”, berdasarkan surat keputusan No 6/74/TU/1968 tanggal 17 Agustus 1968. Panitia lambang mengadakan sayembara lambang daerah yang diikuti sebanyak 120 orang peserta. Berdasarkan surat keputusan DPRD No. 03/Kep/IDPRD/1969 tanggal 17 Juni 1969, ditetapkanlah lambang daerah Provinsi Lampung. Desain tersebut merupakan hasil karya Muh. Ansori Dani. Karyanya terpilih dan diterima menjadi lambang daerah Provinsi Lampung.
Lambang
daeghah Provinsi Lappung bubentuk peghisai besudut lima. Isi lambang tedighi
jak:
1.
Pita jama
tulisan “Sang Bumi Ruwa Jurai”
2.
Aksara
Lappung bebunyi “Lampung”
3.
Setangkai
lada jama buahni jama setangkai buwah paghi ngelilingi laduk jama payan
4.
Sigegh
(mahkota) tepik di lambung gong di bah payung
5. Payung jama gagang temegi.
Gheti lambang yulah
I.
Bentuk
peghisai besudut lima
·
Peghisai
alat peghtahanan ghakyat
· Sudut lima falsafah negagha Pancasila
II.
Keligh
dasagh peghisai
·
Hujau
tuha : Lappung ngedok daighah
ghanggal sai subugh
·
Cokelat
tuha : Lappung ngedok daighah ibah sai
subugh
·
Bighu
tuha : Lappung ngedok kekayaan lawok
ghik batang haghi sai kaya hasilni
· Kuning mas : balakni cita-cita ghakyat lapping
III.
Aksagha
Lappung
·
Keligh
aksara handak
· Bunyi akasara lampung, maksudni masyaghakat Lappung kak ngenal baca tulis sendiri
IV.
Lada ghik
Paghi
·
Lada di
sebelah kanan bebulung 17 bebuwah 8 bebiji 64
·
Paghi di
sebelah kighi bebuwah 45
· Pengeghtiyanni dilom negagha Republik Indonesia Proklamasi 17 Agustus 1945,tebentuk Provinsi Lappung di tahun 1964.
V.
Gong,
laduk ghik payan
·
Gong
bewaghna kuning tuha bemakna alat kesenian tradisional masyarakat lappung
·
Laduk
bewaghna handak bemakna golok serbaguna
· Payan bewaghna handak bemakna senjata pusaka tradisional masyarakat lappung
VI.
Sigogh
·
Waghna
sigogh kuning mas
·
Gheti
sigogh mahkota adat Lappung
·
Kandungan
bentuk
-
Lekuk
geghigi 9 (siwa) ngelambangko 9 (siwa) batang haghi
- Kembang melugh dilom bidang sigogh, nayahni kembang 4, maksudni 4 paksi asal Sekala Beghak Bukit Pesagi. Kembang sekala ditengah bidang sigogh, bulung sekala 4, kelopak kembang sekala pengertiyanni jak 4 paksi bufilsafat piil pesenggighi filsafat hughik jelma Lappung.
VII.
Payung
·
Waghna
payung kuning ngugha
·
Bagian
payung
-
jaghi-jaghi
bejumlah 17 buah
-
ghuwas
bejumlah 8
-
batas
ghuwas bejumlah 19
-
ghumbai
bejumlah 45
·
Reti
payung : daeghah Lappung di bah Negagha Republik Indonesia proklamasi 17
Agustus 1945
·
Aghi jama
bebuduk puncak payung : Eka ngejulang sai cita-cita, esa tebilang sai kuwasa.
Ayo Berlatih!
1.
Sapakah
sai ngerancang gambagh lambang Provinsi Lappung sina?
2.
Lambang
Provinsi Lappung sina bentukni iyulah?
3.
Isi
lambang daerah Provinsi Lappung ngegambaghko?
4.
Gambagh
apikah di lom lambang Provinsi Lappung sai ngeghupako gambagh inti di lom
gambagh?
5.
Gambagh
api di lom lambang sai bemaksud lambang seni budaya?
Kirim ke wa ibu ya. Terimakasih. Wassalamualikum...
KelasVIII
Assalamualaikum...
1. Menerjemahkan wacana dalam bahasa Lampung
Lamban Balak
Dewasa hinji lamban tradisional
sulit nihan ditemuko di unggal tiyuh. Lamban di zaman ganta lamon sai ghadu modern. Bahan
bangunan teguai anjak semen seunyini, ulih sina disebut lamban lepuk. Meskipun
zaman ghadu modern, ki pagun masyarakat sai ghadu mempertahanko lamban
tradisional sina, contohni di daerah Pesisir.
Lamban tradisional sina dikenal ulih
masyarakat Lampung jama istilah Lamban balak. Lamban balak sina bebeda jama
lamban biasa. Pebedaanni bedasaghko sai tinggal dilom lamban sina iyulah lamen
lamban biasa sai tinggal masyarakat biasa sedangko lamban balak sai tinggal
penyimbang adat.
Bentuk lamban balak panggung ghanggal, jama atap limas melintang
atau membujur. Beijan cakak kembagh atau tunggal jama seghambi muka ghik selalu
wat ijan cakak pada seghambi juyu.
Lamen ngeliyak bahan pembuatanni
lamban sina teguai anjak suluh, batu bata, genteng ,ghik semen. Ijan muka teghguai
jak suluh ghik papan sai kuat atau jak batu/ batu sai disemen jama ubin atau marmer.
Lamban balak sina teghkesan bebeda
jama lamban-lamban sai baghih. Sehingga sai tinggal lamban sina sumang hulun sai berada/kaya.
Bagian-bagian lamban sina iyulah:
1.Garang hadap
2. lepau
3. lapanh luar
4. lapang lom
5. kamar/bilik anak
6. kamar/bilik ayah
7. kamar muli
8.
tengah resi
9. sudung
10.geragal
11. pawon
12.garang kudan
13. simpeng/lebuh kiri
14. simpeng/ lebuh kanan
15. kudan/ juyu
Lamban tradisional sina musti dilestaghiko, meskipun zaman modern sinji lamon lamban sai nutuk model jak luar negeri, kidang gham musti besyukur pagun wat masyarakat Lampung sai mempertahanko lamban tradisional khusuni lamban balak.
Wacana
ghik alih bahasa Ina Ai
Ayo Berlatih!
Terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia paragraf 1 dan 2 pada wacana diatas.
Kirimkan tugas ke Ibu ya. Terimakasih. Wassalamualikum...
KelasVII
Assalamualaikum...
1. Meyebutkan jawaban dan pernyataan teteduhan/saganing
Contoh teka-teki 1
O: Ngemik enap lain punyeu, bepayung lain rajo. Nyokidah?
A: Ngemik enap lain iwa, bepayung lain ghaja. Apikidah?
‘bersisik bukan ikan,
berpayung bukan raja. Apakah itu?’
Jawaban: O: nenas A: nyanyas ‘nanas’
Contoh teka-teki 2
O: Mengan sekalei, beteng betahhun-tahhun. Nyokidah?
A: Mengan sekali, betong betahhun-tahhun. Apikidah?
‘Makan
sekali, kenyang bertahun-tahun. Apakah itu?
Jawaban: O: lunan A: battal ‘bantal’
Contoh teka-teki 3
O: Kelapo sai di tengah lawet. Nyokidah?
A: Kelapa sai di tengah lawok. Apikidah?
‘Kelapa
yang di tengah laut. Apakah itu?
Jawaban: kenawat ‘rembulan’
Contoh teka-teki 4
O: Nganak meno mangi meteng. Nyokidah?
A: Nganak mena maghi ngandung. Apikidah?
‘Setelah
beranak, baru ia mengandung. Apakah itu?’
Jawaban: o: paghei A: paghi ‘padi’
Contoh teka-teki 5
O: Ngedimung-dimung tegattung, ngemik anak lain ijan.
Nyokidah?
A: Ngedimung-dimung tegattung, ngemik anak lain ijan.
Apikidah?
‘Berjuntai-juntai tergantung, mempunyai anak, bukan
tangga. Apakah itu?’
Jawaban: petagh di batang ‘petai di batang’
Contoh teka-teki 6
O: Induino dipusau-pusau, anakno diiyek-iyek. Nyokidah?
A: Indukni dipusau-pusau, anakni diilik-ilik. Apikidah?
‘Ibunya
dielus-elus, anaknya diinjak-injak. Apakah itu?’
Jawaban:
ijan ‘tangga’
Contoh teka-teki 7
O: Di daghak io tegattung, di wai io nyesok uttung.
Nyokidah?
A: Di daghak ia tegattung, di wai ia nyepok uttung.
Apikidah?
‘Di
darat ia tergantung, di air a mencari untung. Apakah itu?’
Jawaban: O: jalo A: jala ‘jala’
Contoh teka-teki 8
O: Digunoken diumban, lamen mak digunoken diakuk.
Nyokidah?
A: digunako diumban, lamun mak digunako diakuk. Apikidah?
‘Digunako
diumban, jika tidak digunakan diambil’. Apakah itu?
Jawaban: Jangkar
Contoh teka-teki 9
O: Diulur io cakak,ditaghik io tughun. Nyokidah?
A: Diulur ia cakak, ditaghik ia tughun. Apikidah?
‘Diulur
ia naik, ditarik ia turun’. Apakah itu?
Jawaban:
Layang-layang
Contoh teka-teki 10
O: Lamen wat sai liwat io minjak, lamen mak mekkou sai
liwat io pedem. Nyokidah?
A: Lamon wat sai liwat ia minjak, lamun mak ngedok sai
liwat ia pedom. Apikidah?
‘jika ada yang lewat ia bangun, jika tidak ada yang lewat
ia tidur’. Apakah itu?’
Jawaban: O : Putri Maleu A: putri malu ‘putri malu’
Contoh teka-teki 11
O: Sanak lunik ngelilingei nuwo. Nyokidah?
A: Sanak lunik ngelilingi lamban. Apikidah?
‘Anak
kecil, kenyang bertahun-tahun. Apa itu?’
Jawaban: O: pakeu A: paku ‘paku’
Contoh teka-teki 12
O: Anakno bejajak, induino ngughau. Nyokidah?
A: Anakni bejajak, indukni ngughau. Apikidah?
‘Anaknya
berlari, ibunya memanggil. Apakah itu?’
Jawaban:
bedil bekas ‘senapan meletus’
Ayo Berlatih!
Petunjuk : Guwailah kalimat pernyataan atau jawaban anjak teteduhan/ saganing berikut
|
No |
Kalimat pernyataan
dialek A/O |
Arti kalimat
pernyataan |
jawaban |
|
1. |
A: Nganak mena maghi ngandung. Apikidah? |
‘Setelah beranak, baru ia mengandung. Apakah itu?’ |
....... |
|
2 |
O: Kelapo sai di tengah lawet. Nyokidah? |
............ |
kinawat |
|
3 |
O: ........ |
Jika ada yang lewat ia
bangun, jika tidak ada yang lewat ia tidur |
Putri malu |
|
4 |
A: Indukni dipusau-pusau, anakni diilik-ilik. Apikidah? |
............ |
Ijan |
|
5 |
O: Diulur io cakak,ditaghik io tughun. Nyokidah? |
diulur ia naik,
ditarik ia turun |
......... |